| Polihedra
Euler
[Leonhard] Euler, yang riwayatnya dapat dibaca pada matematikawan,
pernah bingung dengan menghitung bentuk-bentuk yang tidak beraturan
namun mempunyai pola tertentu yang sama. Piramida, sebagai contoh,
dibangun pada milenium ketiga Sebelum Masehi. Bangsa Yunani tertarik
dengan bentuk-bentuk polihedra yang teratur seperti kubus.
Ada 5 bentuk polihedra yang lazim disebut:
- Tetrahedron, dibatasi oleh empat segitiga sama sisi;
- Kubus, dibatasi oleh enam bujur sangkar;
- Oktahedro, dibatasi oleh delapan segitiga sama sisi;
- Dodekahedron, dibatasi oleh dua-belas segilima sama sisi;
- Ikosahendron, dibatasi oleh dua-belas segitiga sama sisi.
Apakah semua bentuk diatas mempunyai pola sehingga dapat ditentukan
rumus, apabila diketahui jumlah bidang pembatas, tepi dan garis
penghubung? Euler ternyata mampu memberikan rumus, yaitu: (jumlah bidang pembatas) + (jumlah garis penghubung) = (jumlah
sudut/tepi) + 2 dengan notasi diubah: F (Faces) + V (Vertices) = E (Edges) + 2 atau
F – E + V = 2 Cobalah anda menguji kebenaran rumus Euler tersebut untuk tetrahedron
dan kubus.
Jawaban
:
Tetrahendron mempunyai F = 4, E = 6 dan V = 4. Bidang yang
membatasi = 4, garis penghubung (rusuk) = 6 dan sudut/tepi
= 4.
Kubus mempunyai F = 6, E = 12, V = 8. Bidang yang membatasi
= 6, garis penghubung (rusuk) = 12 dan sudut/tepi = 8.
Untuk bentuk-bentuk lain anda dapat menguji sendiri.
|