Jenis-Jenis Persamaan Seringkali kita
dihadapkan dengan berbagai persamaan (equation), namun hanya
ada 3(tiga) jenis persamaan dalam matematika, yaitu: eksponensial,
logaritma dan trigonometri. Pada hakikatnya persamaan-persamaan
adalah dasar pengejawantahan dasar untuk menyelesaikan problem-problem
dalam dunia modern mulai menghitung lintasan peluru sampai mengorbitkan
satelit di antariksa. Asal-usul
- Persamaan eksponensial adalah menempatkan
sesuatu yang tidak diketahui sebagai pangkat dari suatu bilangan
tertentu. Persamaan 4x = 16, sebagai contoh, dapat langsung
kita jawab x = 2 karena 42 = 16. Namun persamaan eksponensial
tidak serta merta sesederhana contoh di atas. Contoh lain, 2,0356x = 6,89. Berapa besar
x? Apakah x bilangan rasional atau bilangan irrasional?
- Pertanyaan di atas dan sulitnya
memperoleh hasilnya membuat muncul persamaan kedua, persamaan logaritma.
Contoh: log 100 = 2 karena dasar 10 yang lazim juga ditulis dengan 10log
100 = 2. Logaritma dengan dasar 10 disebut dengan logaritma biasa.
Perkalian dua bilangan adalah menjumlahkan pangkat, seperti: 23.22 =
25. Saat kita sulit melakukan perhitungan perkalian
yang rumit, dibuahlah menjadi logaritma. Logaritma adalah cara
mudah untuk menyelesaikan problem eksponensial.
- Keterbatasan kedua persamaan di
atas membuat muncul persamaan ketiga, persamaan trigonometri. Bayangkan
sebuah segitiga siku-siku (sudut sebuah sisinya 90º) PQR dengan sudut
pada sisi P besanya aº, maka:
Sin a = garis dihadapan sudut a (opposite)
garis
terpanjang (hypotenuse)
Cos
a = garis sisi dari sudut a (adjacent)
garis terpanjang (hypotenuse)
Tg a = garis
dihadapan sudut a (opposite)
garis sisi dari sudut a (adjacent)
Misal, besar sudut a = 30 , maka sin a = ½ atau dapat
dikatakan panjang garis dihadapan sudut a, panjangnya ½ dari
garis terpanjang dari segitiga.
Masih
ada 2 jenis persamaan lagi, yaitu:
|