|
Pembuktian
matematika
Apakah v2 adalah bilangan rasional?
Untuk menjawab pertanyaan ini kita perlu melakukan pembuktian karena
lewat pembuktian suatu hipotesis menjadi sahih (valid). Dalam
bidang matematika atau bidang-bidang lain yang memerlukan penalaran,
aksioma biasa digunakan untuk merumuskan pernyataan-pernyataan
yang disebut premis atau hipotesis, yang hasilnya berupa preposisi-preposisi
yang disebut theorema. Dalam topik pembuktian juga dikenal istilah
lemma (kita lebih mengenal dilemma) yaitu theorema tambahan yang
hasilnya bukan menjadi sasaran pembuktian.
Asal-usul
Mengawali penjelasan perlu dipahami beberapa asal kata. Aksioma
berasal dari kata axiom yang artinya berharga, kualitas. Kata
hypo berarti “di bawah” dan thesis artinya “sesuatu
yang diletakkan.” Theorema berarti “subyek untuk
direnungkan” dan lemma berarti “sesuatu yang diambil.” Semua
kata di atas berasal dari bahasa Yunani. Berbeda dengan semua
di atas kata postulat berasal dari bahasa Latin postulatum yang
artinya sesuatu yang dibutuhkan.
Semua harus diuji untuk memenuhi sesuai dengan istilah Q.E.D. (Quod
Erat Demonstrandum) yaitu ungkapan dicetuskan pertama kali dalam
bahasa Latin oleh Euclid yang artinya: yang perlu untuk ditunjukkan
atau diperagakan.
Ada 5 metode pembuktian ilmiah:
- Metode deduksi. Dengan mendiskusikan hipotesis-hipotesis yang
didasari oleh postulat-postulat akan mengarah tercapainya konklusi,
dimana kesahihan (validity) bergentung kepada kesahihan premis-premis
dan pemberian alasan yang masuk akal.
- Metode induksi yang sudah dikenal sejak jaman dahulu, namun untuk
pertama kalinya diilmiahkan oleh Augustus de Morgan pada tahun
1836. Pembuktian indultif adalah sahih apabila kebenaran secara
universal terbukti. Dapat pula diterapkan secara khusus apabila
memenuhi kondisi-kondisi yang ditentukan secra khusus pula.
- Pembuktian dengan cara tidak langsung (reducia ad absurdum) dilakukan
dengan menetapkan pernyataan yang benar dengan menunjukkan mana
yang salah sebelum pernyataan itu dianggap benar.
- Pembuktian dengan menggunakan komputer. Perkembangan membuat
orang terspesialisasi dan metode matematika makin kompleks sehingga
dibutuhkan pembuktian lewat komputer agar cepat dan akurat.
- Theorema tidak lengkap. Banyak preposisi-preposisi dalam matematika
yang sudah ditemukan namun belum dapat dibuktikan dan diperagakan
apakah itu benar atau salah. Fenomena ini sebelum tahun 1930 hanya
dianggap perkiraan (conjecture), namun Kurt Godel memberi cara
untuk membuktikan benar atau salah dalam buku Incompleteness, sebalin
Alfred Tarski menguji kesahihan lewat sistem formal.
|