Problem
empat warna
Apakah memungkinkan mewarnai peta dalam bidang dengan menggunakan (hanya)
empat warna dimana daerah/sektor yang letaknya berdekatan atau
berbatasan harus mempunyai warna berbeda? Untuk
menjawab pertanyaan sederhana ini ternyata memerlukan pergulatan
panjang dan dalam krun waktu ratusan tahun – seperti Theorema
Terakhir Fermat (TTF), sebelum akhirnya dipecahkan dengan bantuan
komputer.
Asal-usul Pada
tahun 1852, Augustus De Morgan mengirim surat kepada Rowan Hamilton yang didalamnya sekilas disebutkan
bahwa seorang mahasiswanya, Frederick Guthrie, bertanya tentang
kemungkinan mewarnai peta hanya menggunakan empat warna saja. Ternyata upaya untuk memecahkan problem ini melibatkan pemikiran
matematikawan ‘kuno’ seperti [Leonhard] Euler yang mencetuskan
teori polihedron. Problem menjadi makin
marak setelah dicoba dijawab oleh Cayley dengan hasil kurang
memuaskan, sebelum menyeberang ke benua Amerika dibawa oleh Sylvester,
rekan Cayley.
Di Eropa dan di Amerika, problem ini sama-sama berusaha
dipecahkan. Meskipun
lambat dan kurang mendapat perhatian seperti halnya TTF, namun
tetap ada matematiwan yang terusik untuk memecahkannya. Titik
terang mulai muncul pada tahun 1972, setelah terjadi kolaborasi
antara Kenneth Appel dan Wolfgang Haken. Mereka
berdua terus berusaha keras untuk membuktikan sampai diungkapakn
hasil pembuktian pada tahun 1977 bersama dengan John Koch dan
dipublikasikan pada Illinois
Journal of Mathematics. Tahun-tahun
berikutnya, para matematikawan (Thomas Tymoczko dan Ulrich
Schmidt) memberi tanggapan bahwa pembuktian itu ternyata salah. Masih
belum patah semangat, Appel dan Heken kembali memberikan tanggapan
tentang pembuktian yang mereka lakukan pada tahun 1986 dan 1989.
Baru tahun 1994, Neil Robertson, Daniel Sanders, Paul
Seymour dan Robin Thomas merombak semua pembuktian empat-warna. Mengikuti metode dari Appel dan
Haken, mereka memberikan 633 konfigurasi yang tidak terbantahkan
lagi dengan menggunakan bantuan komputer.
|