Florian Cajori
(1859  – 1930)

Masa kecil
Seorang insinyur dengan pekerjaan membangun jalan dan jembatan di Swiss yang banyak gunung dan bukit, membutuhkan keahlian dan kemampuan tinggi. Georg Cajori adalah salah seorang daripada orang yang menenuhi kriteria itu adalah ayah dari Florian Cajori dan beristrikan Catherine Camenisch. Keduanya tinggal di Swiss dan Florian Cajori lahir di sebuah kota kecil. Cajori Mengenyam baku pendidikan di Zillis sebelum pindah ke kota yang lebih besar, Chur.  Masa remaja Cajori justru di Amerika, karena pada tahun 1875, migrasi ke sana dan melanjutkan sekolah di Whitewater, Wisconsin. Setelah lulus Cajori menjadi guru di desa, sebelum akhirnya mengambil jurusan matematika di Universitas Wisconsin. Lulus tahun 1883, dan melanjutkan ke Universitas John Hopkins namun hanya bertahan 18 bulan.  Pergi dari Universitas John Hopkins, Cajori ditunjuk sebagai asisten profesor di Universitas Tulane di New Orleans meski tidak lama kemudian baru diangkat sebagai master oleh universitas Winconsin pada tahun 1885. Tahun 1887, Cajori menjadi profesor untuk matematika terapan di Tulane.  Jabatan ini tidak lama dipegang karena tidak lama kemudian pindah ke Corolado Collage sebagai ketua jurusan fisika yang dijabat dari tahun 1889 sampai tahun 1898.  Rupanya bosan dengan fisika, sehingga dilanjutkan menjabat sebagai ketua jurusan matematika pada College yang sama yaitu mulai tahun 1898 sampai tahun 1918, meskipun selama tahun itu juga dekan departemen rekayasa di Colorado Springs. Baru setelah tahun 1918, Cajori memasuki bidang yang menjadi minat utamanya yaitu sejarah matematika. Topik baru ini teristimewa baginya karena baru pertama kalinya ada di Amerika dan di universitas ternama pula, University of California, Berkeley.

Karya-karya

Peran Cajori tidak pernah lepas dari sumbangsihnya terhadap sejarah matematika. Keberadaan ilmu ini, sehingga diterima sebagai subyek studi secara umum, memberinya banyak gelar kehormatan selain kesadaran akan perlunya topik itu bagi para matematikawan. Cajori, awalnya, menulis buku teks matematika yang sama sekali tidak mengandung kata sejarah seperti An introduction to the modern theory of equations (1904) dan Elementary algebra: First year course (1915). Sebelumnya, memang ada karya Cajori dengan judul sejarah matematika yang berjudul The teaching and history of mathematics in the United States (1890) yang isinya hanyalah ulasan terhadap 22 lembaga di Amerika. Setelah buku ini disusul oleh A History of Mathematics (1894 & 1919/edisi 2). Namun karya puncak Cajori tidak pelak adalah A History of Mathematical Notation (1928-1929) yang sampai saat ini masih menjadi acuan bagi para matematikawan maupun sejarawan di seluruh dunia. Masih banyak karya-karya Cajori lain yang tidak disebutkan. 

Prestasi dan penghargaan banyak diperoleh oleh Cajori. Terpilih menjadi presiden Mathematical Association of America pada tahun 1917-1918, wakil presiden American Association for the Advancement of Science pada tahun 1923 adalah beberapa diantaranya.

Masa tua
Begitu memasuki usia 70 tahun, kesehatan Cajori menurun jauh. Meski sempat mengalami dioperasi besar pada tahun 1930, namun tidak pernah pulih total sehingga 6 bulan kemudian Cajori meninggal dunia di rumahnya di Berkeley. Setelah meninggal Cajori, buku spektakuler karya Newton “Mathematical principles” of Natural Philosophy and His System of the World diterbitkan pada tahun 1934. Cajori mengubah buku Newton agar layak dibaca dengan mengalihbahasakannya ke dalam bahasa Inggris dari bahasa Latin.

Sumbangsih
Mengenalkan sejarah matematika sebagai bahan bacaan wajib bagi para matematikawan sekaligus menjabarkannya ke dalam suatu ilmu yang layak untuk dipelajari. Karyanya yang dibuat dalam A History of Mathematical Notations membuktikan bahwa dirinya sangat rinci dan mendalam dalam mengupas suatu kajian terhadap suatu topik matematika tertentu.