|
Tetaplah tegar pada sikap menolak anda agar selalu menaruh perhatian terhadap pelajaran aljabar. Dalam dunia nyata, saya jamin, tidak ada sesuatupun yang mirip dengan aljabar.
(Stand firm in your refusal to remain conscious during algebra. In real life, I assure you, there is no such thing as algebra)
Fran Lebowitz
Matematikawan perintis institut matematika
Richard Courant
(1888 – 1972)
Masa kecil
Richard Courant (untuk selanjutnya disebut Courant) mempunyai ayah bernama Siegmund Courant dan ibunya bernama Martha Freund. Siegmund mempunyai kakak lelaki bernama Jakob, namun hubungan mereka berdua tidak akur. Pada waktu Courant lahir, saham perusahaan keluarga milik Siegmund yang berada di Lubliniec (sekarang masuk Polandia) dijual dan mereka sekeluarga pindah ke Glantz dan membeli suatu usaha di Glantz ketika Courant berusia 3 tahun dan adik ketiganya masih bayi.
Saat Courant berusia 9 tahun, mereka sekeluarga pindah lagi ke Breslau. Rupanya kepindahkan ke Breslau dengan membeli suatu perusahaan di sana, setelah terlebih dahulu menolak saran dari Jakob, membuat problem sendiri. dan Courant bersekolah di sana. Pada awal sekolah ini Courant sudah berusah-payah namun nilai matematika yang didapat jauh dari memuaskan.
Umur 14 tahun, Courant mulai dapat mencari uang sendiri guna membiayai hidup dengan cara memberi bimbingan atau les. Tragedi tidak dapat ditolak, usaha keluarga yang dikelola Jakob bangkrut dan Jakob bunuh diri. Semua saudaranya menyalahkan Siegmund dan Martha yang tidak mau meneruskan bisnis keluarga. Tidak lama usaha Siegmund bangkrut dan Siegmund bekerja pada sebuah perusahaaan asuransi di Breslau sedangkan Courant mulai menghadapi kesulitan, baik dalam sekolah maupun memberi les. Peruntungan dicoba diperbaiki Siegmund dengan pindah ke Berlin pada tahun 1904, sedangkan Courant mencari pondokan di Bleslau dan tetap memberikan les.
Asisten Hilbert
Meskipun tidak lulus ujian masuk universitas, namun pada tahun 1905, Courant mampu menghadiri kelas matematika dan fisika di Universitas Breslau. Tahun 1906, lulus tes masuk universitas, terus belajar dan sekarang secara resmi tercatat sebagai mahasiswa. Pelajaran fisika yang menjadi minat utamanya namun dalam penyajiannya membuat dirinya tidak suka dan menjadi lebih tertarik dengan matematika.
Courant diajar oleh dosen-dosen matematika ternama seperti: [Adolf} Kneser, [Georg] Landsberg an [Jakob] Rosanes. Semua dosen hebat ini ternyata belum mampu membangkitan gairah matematika Courant. Semasa bersekolah di Breslau ini, Courant mempunyai dua orang teman baik: Otto Toeplitz dan Ernst Hellinger.
Umur mereka berdua terpaut beberapa tahun dengan Courant dan mereka meneruskan kuliah di Gottingen dimana setelah beberapa tahun memberitahu Courant bahwa kuliah Hilbert di Gottingen sangat menarik. Mengetahui hal ini Courant pergi meninggalkan Breslau pada awal tahun 1907 dan masuk universitas Gottingen pada bulan November 1907.
Courant mulai kuliah matematika yang dibawakan oleh Hilbert dan Minkowski dan diperkenankan mengikuti seminat dari kedua matematikawan terkemuka Gottingen ini dalam fisika matematikal. Masih ada waktu luang, Courant juga mengambil kuliah di bidang fisika dan filsafat. Asisten Hilbert sudah lulus doktoral dan Courant ditunjuk untuk menggantikannya dan peristiwa ini terjadi pada tahun 1908. Empat semester pertama Courant menjadi asisten Hilbert untuk bidang analisis yang ternyata menjadi subyek yang mampu menarik hatinya.
Ikut perang
Courant memperoleh gelar doktorat Gottingen di bawah bimbingan Hilbert pada tahun 1910 dengan tesis berjudul On the Application of Dirichlet’s principle to the problems of conformal mappings pada tahun 1910. Akhir tahun 1910, Courant wajib mengikuti milisi. Pada saat bersamaan Hensel memberi tawaran mengajar di Marburg karena Gottingen belum memberi tawaran, namun begitu Courant akan membalas tawaran Hensel, Hilbert menyarankan agar tetap di Gottingen dan meninggalkan milisi. Hilbert juga bersedia membewi tunjangan kepada kedua orang tua Courant yang masih tinggal di Berlin.
Kembali Courant menekuni prinsip Diricletsebelum akhirnya lulus pada tahun 1912 dan menjadi dosen pengajar di Gottingen sampai mulainya Perang Dunia I. Begitu lulus ini, Courant langsung menikah dengan Nelly Neumann, bekas temannya sewaktu di Breslau yang juga seorang matematikawan.
Perang pecah dan Courant terdaftar sebagai pasukan. Sebelum perang, Courant terserang penyakit tipus. Begitu sembuh langsung ikut perang, namun karena mengetahui bahwa hampir semua rekan sesama pasukan meninggal, Courant mendaftar sebagai prajurit yang bertugas merancang sistem telegrap, sehingga dia harus kembali ke Gottingen untuk mendiskusikan hal ini. Gagasan yang timbuk diaplikasikan dengan menciptakan kotak yang mampu mengtransmisikan sinyal, untuk kemudian dibawa kembali ke tengah medan perang.
Kembali ke Gottingen
Akhir tahun 1915, Courant terluka dan dipulangkan. Tidak lama bercerai dengan Nelly Neumann. Beruntunglah Courant terluka, tertolong kotak ciptaannya, karena tugas hanya memberi pelatihan cara menggunakan bukan terjun sebagai prajurit ke kancah perang. Pada masa perang inipun, Courant selalu membawa penelitian matematika.
Sewaktu Springer menerbitkan jurnal baru Mathematische Zeitschrift pada awal tahun 1918, makalah karya Courant muncul pada edisi kedua jurnal tersebut. PD I berakhir dan Courant kembali ke Gottingen. Menikah kembali dengan Nerina Runge sambil terus melakukan penelitian matematika. Pada awal tahun 1920, Courant menjabat sebagai kepala departeman matematika di Munster, menggantikan Killing yang pensiun. Rupanya kepergian Courant membuat Gottingen merasa kehilangan sehingga Hilbert dan Klein mengundang kembali Courant untuk menggantikan Hecke yang pindah ke Hamburg.
Tahun 1922, Courant mencetuskan gagasan mendirikan Institut matematika yang pada awalnya masih belum mempunyai gedung kuliah, dimana gedung baru dibangun pada tahun 1927. Tahun 1922, Courant meneribitkan buku tentang teori fungsi. Sempat berkolaborasi dengan Hurwitz yang meninggal pada tahun 1919, namun karya yang berasal dari bahan kuliah Hurwitz ditambah dengan beberapa bahan baru.
Migrasi ke Amerika
Masa tenang ini membuat Courant produktif. Pada tahun 1924 bersama dengan Hilbert menerbitkan buku teks Methoden der mathematischen Physik. Di sini, kembali, peran Courant adalah mengkompilasi bahan-bahan kuliah Hilbert, dan diberi tambahan disana-sini. Minat tampak Courant pindah ke fisika matematikal, karena pada tahun berikutnya, setelah mempunyai asisten, Friedrichs, Courant menulis lanjutan Courant-Hilbert tentang topik di atas. Institut Matematika sudah hampir berdiri sendiri pada tahun 1928 dan berjalan penuh pada penghujung tahun 1929. Tahun 1932, Courant diundang mengajar di universitas-universitas ternama di Amerika.
Begitu Nazi dan Hitler mulai berkuasa pada tahun 1933, Courant meninggalkan Gottingen dan berlibur ke Swiss sambil berusaha menyelesaikan jilid kedua Courant-Hilbert dengan bantuan Friedrich. Rencana cuti ini akhirnya di luar rencana karena alasan politis. Ke luar larangan agar semua keturunan Yahudi tidak boleh lagi memegang jabatan di universitas dan jabatan-jabatan lain atau dipensiun lebih cepat. Weyl ditunjuk menggantikan posisinya di Institut matematika, sedangkan Courant sendiri diberi penawaran mengajar di Istambul.
Awalnya menerima tawaran ke Cambridge, namun akhirnya hanya bertahan setahun sebelum berangkat ke universitas New York. Sebagai perintis dan tidak ada matematikawan handal membuat Courant sulit mengembangkan gagasan Institut matematika seperti di Gottingen.
Kebijakan Hitler membuat banyak matematikawan Jerman pindah ke Amerika, termasuk asistennya, Friedrich, pada tahun-tahun menjelang PD II. Lewat kampanye dan menggalang dana dari orang-orang Yahudi yang tinggal di New York, Courant mampu mengembangkan Institut dan menarik matematikawan dari universitas lain maupun menampung matematikawan yang berasal dari Jerman. Diketahui bahwa John Nash sempai ‘mampir’ di New York sebelum ke Princeton.
Masa tua
Tahun 1940-1941 mengarang buku bersama Herbert Robbins, seorang topologis muda dari Harvard, berjudul What is mathematics? Buku ini sangat terkenal dan masih dicetak sampai hari ini (direvisi oleh Ian Stewart, Mathematics Institute universitas Warwick). Courant memberikan aplikasi metode numerikal guna menyelesaikan problem torsi pada tahun 1943, meskipun baru terbit pada tahun 1960.
Terhitung mulai tahun 1947 sampai meninggalnya, hampir setiap tahun Courant pergi ke Jerman, namun tidak ada keinginan untuk menetap lagi. Kedudukan bergengsi sebagai direktur Institute of Mathematical Science di universitas New York yang terus dijabat sampai tahun 1958, dan pada tahun 1964, untuk menghormati, nama institut diubah menjadi Institut Courant. Adalah sebuah ironis, sukses Institut Gottingen diadopsikan di Amerika sedang di Gottingen sendiri akhirnya tidak berkembang.
Diserang stroke, dan harus tinggal di rumah sakit selama dua bulan, sebelum akhirnya Courant meninggal.
Sumbangsih
Peninggalan utama dari Courant tidak pelak lagi adalah buku What is mathematics? Buku ini berisi pandangan Courant, namun penyajian yang sederhana dan menarik menjadikan buku ini buku teks klasik untuk matematika. Sumbangsih lain adalah mengembangkan Institut di New York dengan reputasi tidak kalah dengan Harvard dan Princeton yang dianggap sebagai acuan bagi para matematikawan terkemuka.
|