“Ketakterhinggaan!
Tidak ada pertanyaan yang begitu mendalam yang mampu mengusik
semangat manusia”
(The infinite! No other question has ever moved so profoundly
the spirit of man)
David
Hilbert
Girolamo
Cardano
(1501 – 1576)
Masa
kecil
Pada tahun 1501, di sebuah kota kecil tidak jauh dari Milan, Italia
bagian utara lahirlah seorang anak bernama Girolamo Cardano. Anak
Fazio, seorang intelektual bungkuk, karena terlalu banyak membaca
buku. Profesi Fazio adalah pengacara namun mempunyai keahlian
lebih justru sebagai seorang matematikawan. Diketahui Leonardo
da Vinci pernah konsultasi perihal problem perspektif *) yang
terkait dengan geometri. Anehnya, Fazio mengajar matematika di
Universitas Pavia bukannya ilmu hukum.
Pelajaran membaca dan matematika diperoleh Cardano dari ayahnya
bersama dengan pengantar ilmu hukum. Karir di bidang hukum dipersiapkan
oleh Fazio bagi anaknya kelak besar nanti. Hidup pada masa itu
sangat sulit dan himpitan “ekonomi” dan “kenyang”
didera oleh sang ayah ini membuat masa kecil Cardano banyak dihabiskan
di kamar tidur karena selalu menderita sakit. Ibu Cardano, Chiara
Michina, tidak tahan dengan kondisi miskin ini memilih pisah ranjang
dan tidak banyak terlibat dengan pendidikan Cardano kecil. Ketidakjelasan
peran ibu di sini kelak membawa masalah bagi Cardano. Cardano
kecil tidak dapat berkiprah apa-apa sampai dia berusia 13 tahun.
Perubahan
paradigma
Laksana petir menyambar, sobat paling kentalnya meninggal, Cardano
kecil mengalami depresi dan kemudian mengalami masa transisi dalam
kehidupan. Apa yang dapat diwariskannya apabila dia meninggal?
Nama (terkenal) dan anak atau keluarga pewaris yang semuanya tidak
dimiliki. Sobatnya tidak mempunyai keluarga dan namanya pun tidak
pernah dikenal orang. Semua itu sewaktu-waktu dapat terjadi padanya.
Ayahnya hanya memberi “derita dan cemooh”, tidak mempunyai
uang dan pengetahuan serta fisiknya lemah. Namun ada satu modal
yang masih dimilikinya yaitu ambisi (besar) dan akal sehat. Ayahnya
menyarankan agar dia menjadi pengacara, tetapi dia memilih dokter
sebagai profesi idaman. Profesi pengacara tidak memberi uang dan
ketenaran kepada ayahnya dan profesi dokter dianggapnya akan mampu
mengangkatnya dari jurang kemiskinan dan meraih nama besar. Pilihan
Cardano ini mendapat sanggahan dari ibunya. Ibunya tidak rela
dengan pilihan Cardano, karena ketiga kakak tiri Cardano semuanya
meninggal karena epidemi. Alasannya sederhana: agar tidak tertulari
penyakit – yang mungkin dibawa oleh pasien.
Umur 19 tahun, Cardano masuk akademi di Pavia. Tidak lama pecah
perang dan Cardano pindah ke Universitas Pavia, tempat ayahnya
mengajar. Tidak lama kemudian ayahnya meninggal. Pada saat itu
Cardano sedang dalam proses pencalonan menjadi rektor. Di sinilah,
untuk pertama kalinya, dia mampu unjuk- gigi. Cardano terpilih
menjadi rektor setelah menang tipis, unggul 1 suara. Muncul julukan
sebagai pendebat ulung, karena lewat debat dia dapat menyingkirkan
calon-calon lain. Alasan-alasan yang dikemukakan secara spesifik,
“lincah” dan pandai mengungkapkan fakta secara sempurna
adalah modal awalnya. Kelak modal awal Cardano ini terus berkembang,
namun terlebih dahulu melewati “salah” arah dan “salah”
guna.
Pengaruh
Renaissance
Di Eropa tidak ada perubahan signifikan terhadap matematika sejak
Archimedes terbunuh dan terbakarnya perpustakaan Alexandria. Tidak
ada lagi ilmuwan Alexandria yang melakukan eksperimen seperti
dahulu seperti: mengukur jarak bumi dengan bulan atau mengetahui
diameter bumi. Kekaisaran Romawi selama lima abad tidak mampu
memberi sumbangsih bagi perkembangan matematika. Kekuasaan Romawi
yang terbentang hampir di seluruh daratan Eropa, kemudian runtuh.
Runtuhnya kekaisaran Romawi ternyata membawa hikmah. Tidak jauh
dari pandangan mata, di sebelah timur, Turki dan India, muncul
berkas-berkas cahaya yang menyinari jalannya perkembangan matematika.
Di India, terdapat tiga hal penting yang berguna bagi perkembangan
matematika sedang terjadi.
Pertama, sistim bilangan yang dikenal sekarang diciptakan, termasuk
pengenalan angka nol. Angka nol mudah ditulis dan memudahkan orang
mengekspresikan angka-angka. Tanpa angka nol, perkembangan matematika
ibarat jalan di tempat. Jasa Fibonacci (1202) dalam membawa angka-angka
Arab dan aljabar ke Eropa tidak dapat dilupakan. Seperti kita
ketahui bersama, notasi angka-angka Romawi tidak praktis dan relatif
sulit dipelajari terlebih untuk melakukan operasi-operasi matematika.
Kedua, pengembangan keberadaan angka, dimana angka negatif sudah
berani ditampilkan.
Ketiga, penemuan aljabar **. Muncul simbol-simbol untuk mengekspresikan
operasi matematika - tambah (+) dan kurang (–) pada persamaan
linier (pangkat satu) dan persamaan kuadrat dengan satu peubah
(variabel) tidak diketahui dapat diselesaikan, termasuk persamaan
dengan memakai angka nol. Saat itu, Omar Khayyam salah seorang
matematikawan Arab dan pengarang buku Rubaiyat sangatlah terkenal
di Eropa. Dia tidak hanya menulis tentang matematika India tapi
juga memberikan nilai tambah. Dia menggunakan grafik untuk menggabungkan
aljabar dengan geometri secara bersama-sama dengan theorema binomial.
Kelak karya ini dikembangkan oleh Descartes dan Newton.
Menjadi
Penjudi dan Dokter
Jalan pintas ditempuh Cardano untuk mengejar ketinggalan materi
adalah dengan berjudi. Main dadu, main kartu, catur adalah cara
hidupnya. Pemahaman dirinya tentang probabilitas memungkinkan
dia hampir selalu menang dalam berjudi. Sekali waktu, dia ditipu
dalam permainan kartu oleh lawannya. Marah, Cardano menghunus
pisau yang selalu terselip dipinggangnya, mengayunkan pisau dan
menggores wajah lawannya. Kecanduan judi Cardano berlangsung selama
bertahun-tahun dan menghamburkan waktu, uang dan reputasi. Kebiasaan
buruk tersebut tidak menghambat prestasinya dan mampu lulus sebagai
dokter pada tahun 1525. Selepas lulus dia melamar untuk bergabung
pada asosiasi dokter (seperti IDI) di Milan, tempat ibunya tinggal.
Meskipun prestasi Cardano dalam bidang kedokteran tidak diragukan
lagi, namun reputasinya sebagai orang yang sulit diatur, emosi
meledak-ledak dan mau menang sendiri apabila mempunyai opini membuat
dia tidak dapat bergabung pada asosiasi tersebut. Alasan penolakan
yang disebutkan adalah akta kelahiran Cardano yang tidak jelas
menyebutkan siapa ayahnya.
Atas saran seorang teman, dia membuka praktik dokter di Padua.
Meskipun tidak dapat dikatakan berhasil, tetapi dapat meredam
kebiasaan buruknya. Tahun 1531, Cardano menikah dengan anak seorang
tetangganya. Penghasilannya tidak cukup untuk hidup berdua, sehingga
setahun kemudian dia pindah ke Gallarate, dekat Milan. Sekali
lagi, dia melamar di sekolah kedokteran namun hasilnya sudah dapat
diduga, lagi-lagi ditolak. Dalam keadaan putus asa ini kebiasaan
berjudi muncul kembali bahkan makin menjadi-jadi. Perhiasan istri
dan perabot rumah tangganya dijual untuk berjudi, sebelum akhirnya
menjadi gelandangan di Milan.
Peruntungan
membaik
Posisi ayahnya, Fazio, sebagai pengajar matematika di Milan belum
ada yang menggantikan. Atas anjuran dan belas kasihan teman-teman
ayahnya, Cardano disuruh mengisi posisi tersebut dan memberi kebebasan
untuk praktik sebagai dokter, tapi bukan sebagai dokter yang tergabung
sebagai anggota asosiasi dokter. Sebagai dokter di Milan, prestasinya
dalam menyembuhkan pasien membuat dia sangat terkenal. Asosiasi
dokter bahkan tidak malu-malu lagi meminta saran-saran pada Cardano.
Seorang penguasa yang anaknya disembuhkan oleh Cardano beserta
pasien-pasien lain maupun sesama dokter sangat mendukung Cardano
menjadi anggota asosiasi. Akan tetapi, sekali lagi, ditolak. Tahun
1539, setelah banyak tekanan terhadap asosiasi agar Cardano diangkat
sebagai anggota makin keras, maka peraturan asosiasi tentang akta
kelahiran diubah dan syarat akta kelahiran Cardano yang dianggap
illegal dihapuskan. Cardano akhirnya menjadi anggota asosiasi.
Keahliannya sebagai dokter dapat dikatakan sangat hebat. Tersohor
sebagai dokter nomor dua di Eropa (Nomor satu adalah Vesalius).
Tahun 1552, dia menyembuhkan uskup agung Skotalandia, John Hamilton.
Selama 10 tahun, uskup itu sakit yang makin lama makin parah.
Setelah beberapa hari menginap di sana, Cardano memberi advis
untuk mengganti bantal yang dipakai. Uskup agung terkena alergi
– barangkali belum dikenal saat itu, dan hanya mengganti
bantal berisi bulu, penyakit uskup tersebut sembuh total.
Melenceng
ke tahayul
Semasa masih sekolah, dalam suatu wisata dengan kapal kecil di
danau Garda, terjadi badai. Halilintar dan hujan lebat disertai
angin membuat ombak tinggi. Kapal terombang-ambing sebelum akhirnya
karam dan semua penumpangnya terjun ke dalam air. Cardano selamat
setelah terdampar. Dia menyatakan bahwa ada malaikat pelindung
yang senantiasa menjaganya. Malaikat pelindung itu memberi bisikan
apabila akan terjadi malapetaka. Dia menyatakan bahwa setiap peristiwa
penting dalam hidupnya akan selalu ditandai dengan mimpi-mimpi
aneh, lolongan anjing di malam hari, percikan api, kokok ayam,
kicau burung gagak. Dia juga percaya bahwa apabila ada orang yang
berbicara tentang dirinya, maka telinganya mendengung. Jika hal
yang baik diucapkan, telinga kanan mendengung; apabila hal buruk,
telinga kiri yang mendengung. Yang paling parah adalah dia juga
meramalkan kematiannya sendiri. Pada tanggal itu ternyata dia
masih segar-bugar sehingga berniat bunuh diri untuk mengenapi
nubuatnya sendiri.
Duel
dengan Tartaglia
Kisaran tahun 1505, Scipio Ferreus dari Bologna menemukan rumus
untuk memecahkan persamaan pangkat tiga (kubik). Dia membagikan
rumus itu secara terbatas dan rahasia. Kontes berhadiah uang ***
diadakan bagi para metematikawan yang mampu memecahkan problem
tersebut. Daya tarik kontes - selain uang, adalah prestise bagi
matematikawan yang memenangkannya. Tahun 1535, seorang murid Ferreus
ditantang oleh Tartaglia, otodidak yang mengumbar bahwa dia menemukan
rumus yang mampu memecahkan semua persamaan pangkat tiga. Rumus
itu juga dipegang oleh menantu Scapio Ferreus bernama Hannibal
Nave.
Cardano tertarik dengan pemecahan ala Tartaglia yang tidak dipublikasikan.
Dia penasaran yang merancang cara untuk mengetahui rumus tersebut
setelah memohon langsung ke Tartaglia, dia ditolak mentah-mentah.
Sulit membujuk, Cardano melakukan pendekatan terhadap Marquis
dal Vasto agar mengundang Tartaglia. Dengan menyatakan dal Vasto
tertarik dengan rumus itu dan berjanji untuk merahasiakannya,
Tartaglia akhirnya mau datang ke rumah Marquis tersebut. Saat
hari itu tiba, dal Vasto pergi ke luar kota – dan Cardano
memanfaatkan peluang ini. Sumpah diucapkan oleh Cardano.
Aku bersumpah kepadamu, demi Tuhan dan
semua orang-orang suci, tidak akan pernah menerbitkan penemuan-penemuan
anda, apabila anda mengajarkan kepada ku, aku juga berjanji kepadamu,
dan keyakinan Kristiani, untuk mencatat dalam bentuk kode-kode,
jadi setelah kematianku tidak akan ada orang yang memahaminya.
Setelah Tartaglia memberikan rumus, dia
pergi pulang tanpa pernah bertemu dengan sang Marquis. Enam tahun
kemudian (1545), Ars Magna terbit. Semua sumpah di atas rupanya
dilanggar, tapi dalam buku juga disebutkan penghormatan kepada
Tartaglia. Sejarah, kemudian, mencatat bahwa rumus itu disebut
dengan rumus Cardano. Dengan dipublikasikannya rumus tersebut,
Cardano mengungkapkan suatu persamaan – disiplin ilmu baru
- yang penting bagi perkembangan matematika.
Persamaan aljabar yang menyatakan sisi/ruas kanan sama dengan
sisi/ruas kiri. Menggunakan satu peubah yang tidak diketahui seperti
x, dan susunan angka berapa pun dapat dibentuk.
axn + bx n-1 + cxn-2 + … + px +
q = 0
a, b, c adalah koefisien angka. Pangkat
n, n-1 menunjuk pangkat dari x. Jika terdapat nagka yang kurang,
maka dianggap sama dengan 0.
Contoh:
x³+ x – 7 = 0 dengan x²
hilang dapat ditulis dengan: x³+ 0x²+ x – 7 =
0
Bentuk persamaan linier, kuadrat, kubik
(pangkat tiga), quintik atau pangkat-pangkat lebih tinggi dapat
dijabarkan dengan bentuk persamaan umum di atas. Satu persamaan
dengan lebih dari satu peubah tidak diketahui seperti: x + y =
24, disebut dengan persamaan Diophantus mempunyai berbagai penyelesaian.
Nilai 20 dan 4, 16 dan 8 dan lainnya dapat diambil untuk besar
x atau y. Untuk menyelesaikan persamaan dengan 2, 3 atau n peubah,
jumlah persamaan yang diperlukan sama dengan jumlah perubah yang
tidak diketahui. Ada kemajuan dibandingkan dengan jaman Yunani
bahwa integer tidak harus positif. Persamaan x + 5 = 0 akan diperoleh
x = -5. Begitu pula x² - 4 = 0 mempunyai 2 hasil, 2 dan –2.
Hanya jaman Renaissance memungkinkan hal itu.
Yang paling menarik adalah penyelesaian persamaan: x + y = 10;
xy = 40 **** karena hasilnya adalah 5 + v-15 dan 5 - v-15. Bilangan
negatif dan bilangan irrasional muncul bersamaan.
Ironis, memang, cara-cara “canggih” di atas diperoleh
dengan cara semi illegal, dicuri dari Tartaglia yang tidak memperoleh
penghargaan sedikit pun.
Bukan berarti Cardano tidak menyentuh geometri. Saat itu geometri
merupakan pelajaran wajib, sedangkan aljabar tidak banyak yang
memahami. Cardano membantu mengembangkan aljabar di Eropa. Cardano
juga menerbitkan dua buku tentang matematika: Aritmatika dalam
Praktik (The Practice of Arithmetic) dan Pengukuran seherhana
(Simple Mensuration). Ini adalah awal karir Cardano sebagai pengarang
sebelum menulis buku tentang pengobatan, filsafat, astronomi dan
theologi selain matematika.
Sejarah
berulang
Saat Cardano dalam puncak ketenaran dan harta berlimpah. Grambatista,
anak sulung, menikah diam-diam dengan Brandonia. Pada awalnya
mereka tinggal bersama Cardano, tapi ucapan-ucapan Cardano terhadap
menantunya membuat mereka berdua pindah ke orang tua Brandonia.
Meskipun tinggal jauh, Cardano selalu membantu keuangan anak,
menantu bahkan mertuanya. Hal ini membuat besan Cardano berniat
memeras. Tidak lama kemudian Brandonia berkoar bahwa kedua anaknya
bukanlah anak Grambatista. Hal ini memicu kemarahan Grambatista
dan menaruh racun pada makanan. Istrinya, yang baru melahirkan
anak kedua, meninggal. Grambatista ditangkap dan dipenjara, tangan
kirinya diputus, sebelum pada tahun 1560 dihukum pancung.
Anak laki lainnya, Aldo, menuruni sifat Cardano semasa muda. Menjadi
penjudi yang selalu kalah dan mabuk-mabukan. Dan yang paling parah
adalah membongkar rumah ayahnya dan membawa kabur uang dan perhiasan.
Cardano marah dan menyuruh pihak berwenang untuk menangkap dan
memasukkan anaknya ke dalam penjara.
Masa
tua
Ketenangan hidupnya kembali berubah setelah tua, karena “teringat”
kembali ilmu metafisik yang sempat dilupakannya. Cardano membuat
prediksi tentang horoskop Yesus Kristus. Menulis buku dengan pemujaan
terhadap Nero, kaisar penyiksa para martir. Semua itu membuat
Paus berang dan memerintahkan agar Cardano ditangkap dan di penjara.
Tidak sampai satu tahun, Paus memaafkan perbuatan Cardano dan
menyuruhnya pindah ke Roma sekaligus diangkat menjadi anggota
asosiasi dokter dan memberinya uang pensiun. Sampai meninggalnya
Cardano tidak pernah meninggalkan kota Roma.
*) Sebelumnya gambar hanyalah gambar 2 dimensi (matra) dan menggambar
perspektif terjadi setelah ada perubahan pandangan tentang angka
nol. Ingat bahwa ujung titik dalam perspektif menuju ketakterhinggaan.
**) Istilah Aljabar diperkenalkan pertama kali oleh Al-Khowarizmi
dalam buku Al-jabr Wa’lmuqabaca sehingga kemudian lazim
disebut dengan aljabar.
*** ) Sampai jaman Newton, sangat lazim membuat kontes memecahkan
problem matematika.
****) Persamaa x + y = 10 kalikan dengan x diperoleh x² +
xy = 10x; subsitusikan xy = 40 dan satukan dalam ruas kanan sehingga
menjadi persamaan: x² - 10x + 40 = 0. Gunakan rumus:
x = -b± vb² - 4ac
2a
Sumbangsih
Selain mempercepat pengembangan aljabar di Eropa, Cardano memberi
sumbangsih pada perkembangan teori probabilitas, hidrodinamika,
mekanika dan geologi. Buku tentang peluang dalam permainan diselesaikan
tahun 1563 tapi baru terbit pada tahun 1663, dimana isinya adalah
topik-topik yang ‘tabu’ disentuh matematikawan “normal”
adalah dasar teori probabilitas. Penelitian tentang putaran dadu,
didasarkan pada premis bahwa terkandung prinsip-prinsip dasar
sains, bukan sekedar keberuntungan. Teori probabilitas ini kelak
akan dikembangkan oleh keluarga Bernoulli.