John
Napier
(1550 - 1617)
Riwayat
Logaritma tidak akan pernah dikenal tanpa mengetahui satu nama,
John Napier. Anak Sir Archibald Napier dari istri pertama, Janet
Bothwell, lahir di puri Merchiston, dekat Edinburgh, Skotlandia.
Ketika umur 14 tahun, Napier dikirim ke universitas St. Andrews
untuk belajar theologi. Setelah berkelana ke mancanegara, Napier
pulang ke kampung halaman pada tahun 1571 dan menikah dengan Elizabeth
Stirling dan mempunyai dua orang anak. Tahun 1579, istrinya meninggal
dan menikah lagi dengan Agnes Chisholm. Perkawinan kedua ini memberinya
sepuluh orang anak. Anak kedua dari istri kedua, Robert, kelak
menjadi penterjemah karya-karya ayahnya. Sir Archibald meninggal
pada tahun 1608 dan John Napier menggantikannya, tinggal di puri
Merchiston sepanjang hayatnya.
Pertemuan
tidak sengaja
Napier bukanlah matematikawan profesional. Berkewarganegaan Skotlandia,
dia adalah seorang Baron yang tinggal di Murchiston dan memiliki
banyak tanah namun juga mempunyai hobi menulis berbagai topik
yang menarik hatinya. Dia hanya tertarik meneliti salah satu aspek
dalam matematika, teristimewa yang berhubungan dengan perhitungan
dan trigonometri. Istilah “kerangka Napier” (Napier
frame) menunjuk kepada tabel-tabel perkalian dan “Analogi
Napier” dan “Hukum bagian-bagian lingkaran Napier”
adalah alat bantu untuk mengingat dalam kaitannya dengan trigonometri
lingkaran. Napier mengatakan bahwa penelitian dan penemuannya
tentang logaritma terjadi dua-belas tahun silam sebelum dipublikasikan.
Pernyataan ini menunjuk bahwa ide dasarnya terjadi pada tahun
1594. Meskipun ditemukan oleh Napier akan tetapi ada peran pendahulunya.
Stifel menulis Arithmetica integra pada 50 tahun silam dengan
pedoman karya-karya Archimedes. Angka dengan pangkat dua adalah
dasarnya, meski tidak dapat digunakan untuk tujuan penghitungan
karena ada selisih yang terlalu besar dan cara interpolasi tidak
memberikan hasil secara akurat.
Pengaruh pemikiran Dr. John Craig tidak dapat dikesampingkan,
mempengaruhi John Napier. Pertemuan tidak sengaja terjadi ini,
terjadi saat rombongan Craig dalam perjalanan menuju Denmark dengan
menggunakan kapal, terjadi badai besar sehingga membuat rombongan
ini berhenti tidak jauh dari observatorium Tycho Brahe, tidak
jauh dari tempat Napier. Sambil menunggu badai reda, mereka berdiskusi
tentang cara-cara penghitungan yang digunakan dalam observatorium.
Diskusi ini membuat Napier lebih termotivasi sehingga pada tahun
1614 diterbitkan buku Gambaran tentang aturan dalam logaritma
(A Description of the Marvelous Rule of Logaritms).
Logaritma
Awal penemuan Napier tentang sebenarnya sangat sederhana. Menggunakan
progresi geometrik dan integral secara bersamaan. Ambillah sebuah
bilangan tertentu yang mendekati angka 1. Napier menggunakan 1
– 107 (atau 0,9999999) sebagai bilangan. Sekarang, istilah
progresi dari pangkat yang terus meningkat sampai akhirnya hasilnya
mendekati – sangat sedikit selisihnya. Untuk mencapai “keseimbangan”
dan menghindari terjadi (bilangan) desimal dikalikan dengan 107.
N = 107(1 – 1/107)L, dimana L adalah logaritma Napier sehingga
logaritma dari 107 sama dengan nol, yaitu: 107 (1-1/107) = 0,9999999
adalah 1 dan seterusnya. Apabila bilangan tersebut dan logaritma
dibagi 107, akan ditemukan - secara virtual – sistem logaritma
sebagai basis 1/e, untuk (1-1/107)107 mendekati
Lim n→∞
(1 – 1/n)n = 1/e.
Perlu diingat bahwa Napier tidak mempunyai konsep logaritma sebagai
dasar, seperti yang kita ketahui sekarang. Prinsip-prinsip kerja
Napier akan lebih jelas dengan menggunakan konsep geometri di
bawah ini.
A
P B
C D Q E
Garis
AB adalah setengah dari garis CE. Bayangkan titik P berangkat
dari titik A, berjalan menyusur garis AB dengan kecepatan semakin
menurun dengan proporsi sebanding dengan jaraknya dari titik B;
pada saat bersamaan titik Q bergerak dari garis CE… dengan
kecepatan bergerak sama seperti titik P. Napier menyebut variabel
jarak CQ adalah logaritma dari jarak PB adalah difinisi geometrik
Napier. Misal: PB = x dan CQ = y. Apabila AB dianggap 107, dan
jika kecepatan bergeraknya P juga 107, maka dalam notasi kalkulus
modern didapat dx/dt = -x dan dy/dt = 107, x0 = 107, y0 = 0. Jadi
dy/dx = - 107/x, atau y = -107 ln cx, dimana c adalah inisial
kondisi untuk menjadi 10-7. Hasil, y = -107 ln (x/107) atau y/107
= log 1/e(x/107).
Sifat
eksentrik
Meskipun Napier memberi sumbangsih besar dalam bidang matematika,
tetapi minat terbesar Napier justru bidang agama. Dia seorang
pemeluk Protestan kuat yang menuliskan pandangannya dalam buku
Penjelasan tentang penemuan dari kebangkitan Santo Johanes (A
Plaine Discovery of the whole Revelation of Saint John (1593),
yang dengan sengit menyerang gereja Katholik dan mencerca Raja
orang Skotlandia, James VI (kelak menjadi James I, raja Inggis)
dengan menyebutnya seorang atheis.
Bidang
lain yang menjadi minat Napier, seorang tuan tanah, adalah mengelola
tanah pertanian. Untuk meningkatkan kesuburan tanah, Napier mencoba
memberi pupuk berupa garam. Tahun 1579, Napier menemukan pompa
hidraulik untuk menaikkan air dari dalam sumur. Dalam bidang militer,
Napier berencana membuat cermin raksasa guna melindungi Inggris
dari serbuan angkatan laut Raja Philip II dari Spanyol. Kedua
penemuan Napier ini tidak berbeda dengan penemuan Archimedes.
Ada anekdot, bahwa sebagai seorang tuan tanah, Napier sering berseteru
dengan para penyewa (tanah) dan tetangganya. Suatu peristiwa,
Napier merasa terganggu oleh burung merpati tetangga yang dirasanya
sudah keterlaluan. Ancaman bahwa merpati akan ditangkapi tidak
ditanggapi tetaangganya, karena merasa yakin bahwa Napier tidak
mungkin menangkapi semua merpati. Esok harinya, tetangga itu kaget
menjumpai semua merpatinya menggelepar – belum mati –
terpuruk di depan rumah. Rupanya Napier telah memberi makan jagung
yang terlebih dahulu sudah direndam dengan anggur.
Jasa
Terakhir
Begitu buku pertama diterbitkan, antusiasme matematikawan merebak
sehingga banyak dari mereka berkunjung ke Edinburgh. Salah satu
tamu adalah Henry Briggs (1516 – 1631), dimana pada saat
pertemuan itu Briggs memberitahu Napier tentang modifikasi yang
dilakukan. Mengubah basis logaritma menjadi 1, bukan 107, hasilnya
adalah nol dan menggunakan basis 10 (desimal). Akhirnya ditemukan
log 10 = 1 = 10º.
Napier meninggal di purinya pada tanggal 3 April 1617, dan dimakamkan
di gereja St. Cuthbert, Edinburgh. Dua tahun kemudian, 1619, terbit
buku Konstruksi dari keindahan logaritma (Construction of the
wonderful logarithms), yang disusun oleh Robert, anak.
Sumbangsih
Menemukan konsep dasar logaritma, sebelum terus dikembangkan oleh
matematikawan lain – terutama Henry Briggs - sehingga dapat
memberi manfaat. Penemuan ini membawa perubahan besar dalam matematika.
Johannes Kepler terbantu, karena dengan logaritma, mampu meningkatkan
kemampuan hitung bagi para astronomer. “Kesaktian”
logaritma ini kemudian disebut oleh [Florian] Cajori sebagai salah
satu dari tiga penemuan penting bagi matematika (dua lainnya adalah
notasi angka Arab dan pecahan berbasis sepuluh/desimal).