“Melawan
kemauan ayahanda, saya mempelajari bintang-bintang”
(“Invito patre sidera verso”)
Jacob
Bernoulli
Salah
minat adalah bakat keturunan-keturunan Bernoulli
Keluarga
Bernoulli
Pengantar
Apakah manusia ditentukan oleh keturunan (heredity) atau lingkungan
(environment). Mana yang paling dominan? Jawaban pertanyaan ini
pasti mengundang polemik panjang. Masing-masing pihak memberikan
segenap alasan, data pendukung dan tidak jarang paparan contoh-contoh
riwayat orang. Terlepas dari upaya menjawab pertanyaan di atas,
riwayat matematikawan tidak dapat dipisahkan dari peran keluarga
Bernoulli. Selama tiga generasi hampir semua keturunannya menjadi
matematikawan dengan prestasi yang layak dibanggakan. Perkembangan
matematika tidak akan menjadi seperti sekarang tanpa peran keturunan-keturunan
keluarga Bernoulli. Perkembangan kalkulus makin cepat dan terus
menyebar karena peran keluarga Bernoulli dan Euler yang hidup
sejaman.
Di bawah ini adalah silsilah keluarga Bernoulli.
Silsilah
keluarga Bernoulli
Bernoulli senior adalah salah seorang keluarga Protestan yang
mengungsi dari Antwerp pada tahun 1583, menyelamatkan diri dari
pembantaian orang Katholik. Tempat persinggahan pertama adalah
Frankfurt, sebelum pindah ke Swiss dan menetap di Basel. Cikal-bakal
dinasti Bernoulli menikah dengan salah satu dari keluarga terpandang
di Basel dan menjadi pedagang rempah-rempah.
Silsilah
(dalam visio)
Nicolaus senior adalah seorang pedagang.
Ketiga anak lelakinya semua menikah dengan putri-putri pedagang.
Semua itu mampu membuat Nicolaus menjadi seorang pedagang besar
dan memberinya banyak keberuntungan (baca: kekayaan). Profesi
pedagang keluarga Bernoulli, kemudian disusul oleh profesi dalam
bidang obat-obatan. Bakat matematik yang keluar dari keluarga
pedagang ini muncul secara tiba-tiba.
Berbagai kiprah keturunan-keturunan Nicolaus Senior disajikan
di bawah ini.
Generasi
pertama
Jacob I
Menguasai kalkulus versi Leibniz dengan belajar sendiri. Sejak
tahun 1687 sampai wafatnya dia menjabat sebagai profesor matematika
di Basel. Dia mengembangkan kalkulus yang tidak disentuh oleh
Newton maupun Leibniz dan menerapkannya untuk menyelesaikan problem-problem
baru dan sangat penting bagi perkembangan kalkulus. Mengawali
diri dengan belajar filsafat (1671) disusul dengan theologi (1776).
Kemudian mulai menekuni astronomi dan tidak mau meneruskan bisnis
rempah-rempah ayahnya. Kutipan di awal tulisan adalah ungkapan
diri menentang kemauan ayahnya. Setelah lulus theologi dia pergi
ke Perancis selama dua tahun untuk menjadi murid [Rene] Descartes.
Setelah merasa “cocok” dengan matematika, dia mulai
melakukan surat-menyurat dengan Boyle dan Hooke dari Inggris.
Meskipun terlibat dengan matematika, minatnya terhadap astronomi
tidaklah pudar. Karya perdana dan terakhir dalam bidang astronomi
adalah membetulkan teori komet.
Sumbangsih Jacob I terutama pada geometri analitik (analytic geometry),
teori probabilitas (the theory of probability) yang yang paling
penting adalah variasi-variasi kalkulus (calculus of variations).
Kelak, karya-karya Jacob I ini diteruskan oleh Euler, Lagrange
dan Hamilton.
Beberapa penemuan di bidang kalkulus dilakukan bersama saudaranya,
Johannes I. Sebagai contoh, sikloid adalah sebuah kurva dengan
garis yang curam diketemukan mereka berdua pada tahun 1697. Penemuan
sikloid diawali oleh penemuan Huygens tentang jatuhnya partikel
berat. Teori probabilitas diterbitkan sebagai buku pada tahun
1713, delapan tahun setelah Jacob I meninggal. Mereka dapat saling
mendukung meskipun akhirnya persaudaraan ini pecah.
Johannes I
Mempunyai minat lebih beragam dibandingkan kakaknya, Jacob I.
Selain menyebarkan kalkulus ke seluruh Eropa, dia juga mempelajari
fisika, kimia, astronomi tanpa menyebut matematika yang sudah
menjadi “menu” utama. Dia juga melakukan penelitian
tentang optik, menulis teori tentang gelombang laut (pasang/surut)
dan teori matematika tentang pelayaran, selain mencoba melakukan
penelitian tentang mekanika. Tetap aktif berkarya sampai meninggalnya
pada umur 80 tahun.
Nicolaus I
Seperti kakak dan adiknya, mempunyai bakat di bidang matematika.
Dia mengawalinya dengan melakukan kesalahan jalur minat. Umur
16 tahun dia mengambil dan meraih gelar dalam bidang filsafat,
sebelum melanjutkan di bidang hukum. Menjadi profesor hukum pertama
di Bern sebelum mendirikan fakultas matematika di St. Peterburg.
Memperoleh kehormatan tinggi dari Ratu Catherine.
Generasi
kedua
Daniel
Peran keturunan mulai tampak jelas pada generasi kedua. Johannes
I memaksa anak kedua, Daniel, untuk meneruskan bisnis keluarga.
Minat Daniel sebenarnya matematika, tapi dengan alasan tidak punya
uang, maka dikirimlah Daniel untuk mempelajari obat-obatan di
Universitas Basel. Usia 11 tahun, Daniel mulai belajar matematika
dari kakaknya, Nicolaus III, yang usianya 5 tahun lebih tua. Daniel
dan (Leonhard) Euler adalah teman akrab sekaligus saingan. Sambil
belajar obat-obatan, Daniel mempelajari teori ayahnya tentang
energi kinetik dan mengaplikasikannya pada fisika dan dunia kedokteran.
Hukum dasar untuk teori energi kinetik gas ditemukan oleh Van
der Waals satu abad kemudian.
Tidak dapat menghambat hobi anaknya, terpaksa sang ayah mendukung
sepenuhnya terlebih setelah kakaknya, Nicolaus II meninggal karena
demam. Umur 25 tahun, Daniel menjadi profesor matematika St. Peterburg
(didirikan Nicolaus I). Mengalami kekalutan dalam kehidupan, maka
delapan tahun kemudian dia pulang ke Basel, di mana di sini dia
menjadi profesor di bidang anatomi, botani dan akhirnya fisika.
Karya matematika Daniel mencakup kalkulus, persamaan diferensial,
teori probabilitas (probability theory), teori tentang getaran
dawai, meneliti teori kinetik gas dan menyelesaikan problem-problem
dalam matematika terapan. Sebagai penutup, Daniel Bernoulli adalah
penemu disiplin ilmu fisika matematika.
Seperti halnya Euler, Daniel juga mendapatkan penghargaan dari
Akademi Perancis sebanyak 10 kali (dalam beberapa kesempatan berbagi
dengan Euler). Karya puncak Daniel adalah hidrodinamik, yang dikembangkan
olehnya. Kelak, disiplin ilmu ini disebut dengan pelestarian energi
(energy conservation). Bagi orang yang mempelajari hal-hal yang
terkait dengan gerak zat cair - murni atau campuran - akan mengenal
nama Daniel Bernoulli.
Euler juga membantu membuat model-model matematika terhadap pemikiran-pemikiran
Daniel dalam bidang fisika.
Johannes II
Adik bungsu Nicolaus III dan Daniel, juga mengawali karirnya dengan
salah pilih jalur sebelum kembali ke bakat turunan. Mengawali
karir dalam bidang hukum dan diangkat menjadi profesor kehormatan
di Basel, sebelum sukses menggantikan kursi ayahnya di bidang
matematika. Karya utamanya di bidang fisika dan memenangkan tiga
penghargaan di Paris (salah satunya sebagai matematikawan terbaik).
Keturunan
ketiga
Johannes III
Anak Johannes II, meneruskan tradisi keluarga, melakukan awalan
yang salah. Seperti ayahnya, dia mulai dengan belajar hukum. Umur
13 tahun mengambil gelar doktor pada bidang filsafat. Baru umur
19 tahun, Johannes III menemukan panggilan hidupnya dan menjadi
astronomer kerajaan di Berlin. Minatnya meliputi astronomi, geografi
dan matematika.
Jacob II
Anak lain Johannes II, Jacob II, juga mengawali salah minat pada
masa muda. Menekuni hukum sebelum banting setir pada umur 20 tahun
dengan menekuni fisika. Akhirnya, berganti ke matematika dan menjadi
anggota Akademi St. Peterburg dengan jurusan matematika dan fisika.
Umurnya tidak panjang. Umur 30 tahun dia meninggal karena demam,
meninggalkan karirnya yang lapang ke depan. Belum diketahui hasil
karya-karyanya tetapi yang jelas dia menikah dengan salah seorang
cucu (Leonhard) Euler.
Generasi
keempat dan kelima
Tidak ada data tentang Christoph dan Jean Gustave. Yang diketahui
hanyalah bahwa mereka berdua juga penerus “profesi”
tutunan keluarga Bernoulli yaitu menjadi matematikawan.
‘Berdagang’
dengan l’Hôpital
Kembali ke kalkulus penemuan bersama Newton dan Leibniz. Keunggulan
kalkulus versi Leibniz – dapat digunakan untuk derivatif
(turunan) dua atau lebih, dimana hal ini diungkapkan dan diuji
oleh Johannes Bernoulli I. Seorang berkewarganegaraan Perancis
tertarik mempelajari kalkulus dari tangan pertama. Guillaome-Francois-Antoine
de l’Hôpital yang lahir pada tahun 1661 adalah seorang
Marquis – tentunya sangat kaya-raya. Dambaan l’Hôpital
adalah matematika. Semasa muda pernah menjadi prajurit, kapten
kavaleri, sebelum kembali mencoba menekuni minat dambaannya. Jalan
pintas untuk menguasai matematika dibangun oleh l’Hôpital
dengan belajar langsung dari guru terbaik dengan imbalan uang.
Johannes Bernoulli I, matematikawan berkebangsaan Swiss, yang
belum lama menguasai kalkulus versi Leibniz diundang dan diangkat
menjadi guru pribadi l’Hôpital. Tahun 1692, Johannes
Bernoulli I menjadi guru pribadi dalam satu bidang khusus, kalkulus.
Ketertarikan l’Hôpital makin menjadi-jadi sehingga
dia membujuk gurunya agar mengeluarkan semua theorema matematika
keluarga Bernoulli untuk dimanfaatkannya dengan imbalan sejumlah
uang. Hasilnya, l’Hôpital menerbitkan buku Analyse
des infiniment petits pada tahun 1696. Buku ini merupakan buku
teks pertama kalkulus dengan metode Leibniz, diedarkan dan membuat
heboh seluruh Eropa. Membuat heboh karena di dalam buku teks itu
termaktub penemuan-penemuan baru yang menggemparkan.
Yang paling termasyur dari buku teks itu adalah adanya aturan
l’Hôpital (l’Hôpital rule), yaitu: aturan
atau cara untuk menghindari terjadi hasil 0/0 pada kalkulus. Aturan
l’Hôpital menyatakan bahwa nilai pangkat sama dengan
derivatif pembilang dibagi dengan derivatif penyebut.
Contoh: apabila diperoleh hasil x/(sin x), dimana x = 0, maka
akan diperoleh 0/0. Lewat aturan l’Hôpital hasil itu
dibuat menjadi 1/(cos x) dan hasilnya 1/1. Manipulasi cerdik ini
membuat aturan l’Hôpital dapat digunakan unruk menyelesaikan
hasil-hasil derivatif yang ‘aneh’: 8/8, 0°, 0^8
dan 8°.
Tidak lama kemudian, tahun 1704, l’Hôpital meninggal
dan Johannes Bernoulli I membuat pernyataan bahwa l’Hôpital
mencuri hasil kerjanya. Saat itu, komunitas matematikawan menolak
pengakuan Johannes Bernoulli I; bukan karena l’Hôpital
mampu membuktikan keahliannya seperti layaknya seorang matematikawan,
tetapi terlebih karena reputasi Johannes Bernoulli I sudah tercoreng.
Aib Johannes Bernoulli I terjadi karena sebelumnya pernah mencoba
mengklaim pembuktian matematikawan lain (tidak lain adalah saudara
kandungnya, Jacob Bernoulli I). Johannes Bernoulli I, kemudian,
mengajukan bukti-bukti lewat surat-menyuratnya dengan l’Hôpital.
Sialnya, aturan l’Hôpital sudah terlanjur mengkristal
di benak orang. Bahkan nama itu terus dipakai sampai sekarang.
Pernik-pernik
keluarga Bernoulli
Daftar keturunan Bernoulli yang menunjukkan bakat metematika tidak
pernah ada habisnya, tetapi relatif kurang menonjol dibandingkan
dengan keturunan pertama dan kedua. Apakah karena galurnya (strain)
melemah atau karena makin banyak saingan?.
Eric Temple Bell (1883 – 1960), dalam buku Men of Mathematics
(1937), halaman 131, menyebutkan bahwa 120 keturunan Bernoulli
yang diketahuinya, mayoritas meraih nilai unggul – adalah
ilmuwan ternama dalam bidang hukum, sains, seni, literatur, profesi
akademis, adminstrasi dan seni. Apakah ada keluarga yang mempunyai
silsilah sejenis.
Sejarah juga mencatat kiprah keluarga Erasmus Darwin - mesti tidak
terlalu spektakuler seperti keluarga Bernoulli, tentang kedua
cucunya. Francis (Galton) mempelajari matematika dan sastra di
Cambridge. Hatinya tergerak setelah melihat kurva lonceng (distribusi
normal). Sampai tahun 1869, selama 3 tahun, dia mengumpulkan banyak
kejadian untuk membuktikan bahwa bakat dan kepopuleran merupakan
atribut warisan dan memasuki satu disiplin ilmu genetika. Semua
itu disimpulkan dalam Hereditary Genius, termasuk dalam bahasan
buku ini adalah kepribadian keluarga Bernoulli.
Cucu lain, pasti anda kenal, karena setelah melakukan perjalanan
ke Galapagos, dia mengarang buku monumental “Asal-muasal
Spesies” (The Origin of the Species). Tidak lain adalah
Charles Darwin.
Yayasan
Bernoulli
Tahun 1975, didirikan Yayasan Bernoulli (The Bernoulli Society).
Yayasan ini adalah bagian lepas dari ISI (International Statistical
Institute). Tujuan atau misi Yayasan Bernoulli adalah pengembangan,
lewat kontak-kontak internasional, sains probabilitas (science
of probalility) dan statistik matematika dan semua aspek penerapannya
guna meningkatkan ilmu pengetahuan dan kesejahteraan seluruh umat
manusia. Mereka menerbitkan Newsletter dan mengadakan sidang empat
tahun sekali. Pada anggota yayasan ini adalah pakar-pakar dengan
berbagai kewarganegaraan.
Sebuah
anekdot
Dalam suatu perjalanan, Daniel muda mengenalkan dirinya kepada
orang asing yang sudah beberapa lama terlibat pembicaraan dengannya:
“Saya Daniel Bernoulli.” “Dan saya,” Dengan
nada tidak kalah ketusnya, “Isaac Newton.”
Sumbangsih
Tidak terhitung sumbangsih keluarga Bernoulli bagi perkembangan
matematika, pada umumnya dan sains pada khususnya. Beberapa yang
dapat disebut adalah: teori probalilitas (nantinya menjadi dasar
adanya manajemen risiko yang ramai-ramai dipakai di perbankan
sekarang); pengembangan kalkulus uuntuk diaplikasikan pada bidang
ilmu atau disiplin ilmu lain terutama fisika (melakukan eksperimen
terhadap hukum-hukum tertentu, dimana salah satunya kelak akan
menjadi hukum Coulomb tentang elektrostatik); prinsip hidrodinamik
(harap dibedakan dengan hidrostatis dari Archimedes) yang dikembangkan
untuk membuat pompa hidrolik; teori gelombang laut, astronomi;
pelestarian energi; aerodinamis dari Daniel; deret Bernoulli.