Sejauh
hukum-hukum matematika menunjuk kepada realitas, semuanya tidak
mengandung kepastian, dan sejauh semuanya mengandung kepastian,
tidak menunjuk kepada realitas.
(As far as the laws of mathematics refer to reality, they are
not certain, and as far as they are certain, they do not refer
to reality)
Fritjof
Capra
Bapak
bangsa Perancis lahir dari keluarga matematikawan
Keluarga
Carnot
Seperti keluarga Bernoulli yang memberi
banyak keturunan matematikawan atau keluarga Galton - salah satu
cucunya, Charles Darwin. Hal sama terjadi pada keluarga Carnot.
Keturunan kembali memegang peran penting pada keluarga Carnot.
Lazare Carnot, yang menjadi abdi utama Napoleon mempunyai dua
anak yang mempunyai ketrampilan di atas rata-rata. Tidak disangka,
salah seorang cucunya, kelak dapat menjadi presiden Perancis.
Silsilah (carnot.vsd)
Silsilah
keluarga Carnot
Lazare Carnot menjadi anggota kelompok berpengaruh [politik] di
Perancis pada masa-masa pemerintahan transisi setelah terjadi
revolusi Perancis yaitu antara kurun waktu November 1795 sampai
dengan November 1799. Saat itu dia mempunyai dua orang akan lelaki:
Sadi Carnot dan Hippolyte Carnot.
Kedua anak ini lahir pada masa penuh gejolak politik dan kekacauan
di Perancis. Mengingat jabatan ayahnya yang relatif “rawan”
terhadap lawan-lawan politik, tidaklah mengherankan apabila keberuntungan
dapat naik atau turun laksana roller-coaster. Situasi ini tidak
konduktif terhadap iklim politik dan terutama sekali perkembangan
sains. Terlebih setelah tahun 1799, dimana Lazare diangkat menjadi
menteri perang kabinet Napoleon. Tidak tahan dengan semua tekanan
itu, Lazare akhirnya mengundurkan diri pada tahun 1807, dengan
dalih akan mendidik dan membesarkan kedua anaknya. Sadi –
nama filsuf Persia, Sadi dari Shiraz - dan adiknya, Hippolyte,
dididik sendiri oleh Lazare dalam bidang matematika dan sains,
tidak ketinggalan diajar pula bahasa dan musik.
Pembahasan dibagi menjadi 3(tiga) generasi:
- Generasi pertama: Lazare Carnot
- Generasi kedua: Sadi Carnot (lengkap) dan Hippolyte (singkat)
- Generasi ketiga: Sadi Carnot (singkat) dan Adolphe Carnot (singkat)
GENERASI
PERTAMA
Revolusi Perancis terjadi karena kekacauan di dalam dan invasi
dari luar. Di sini peran Lazare Carnot sangat menonjol. Dia menggalang
angkatan perang dan memimpin guna meraih kemenangan. Carnot tidak
terlibat dengan klik-klik politik; namun mendasarkan diri kepada
kejujuran seorang intelektual dalam mengambil keputusan. Carnot
hanyalah seorang matematikawan dan politikus, seperti halnya Monge
dan Condorcet, yang pernah diancam guilitin. Tetapi Carnot mendapat
dukungan rakyat karena sukses dalam menggalang militer sehingga
batal dipenggal. Keterlibatan Carnot berikutnya adalah pembentukan
Ecole Polytechique, karena minatnya adalah pendidikan, meskipun
dia sendiri tidak terlibat sebagai pengajar. Carnot berkecimpung
dalam politik sampai tahun 1797. Karir dalam bidang politik dimulai
dari National Assembly menjadi Legistative Assembly baik National
Convention sampai komite tertinggi keselamatan publik, selanjutnya
menjadi dewan lima-ratus dan direktorate. Namanya sangat erat
hubungannya dengan Institut dan ketua bidang geometri yang mengabdi
kepada jenderal Bonaparte. Antusiasme Carnot ini, dalam kampanye
“agresi” ke Italia memikat Napoleon, bahkan Carnot
pun tidak menyadari bahwa dia sudah menciptakan Frankenstein yang
akan membuat hidupnya terus dipenuhi ketakutan.
Karya-karya Lazare
Selama dalam pelarian, Lazare menyelesaikan problem tentang lintasan
peluru dalam makalah Mirabile dictu dan the Reflexions sur la
metaphysique du calcul infinitesimal yang terbit pada tahun 1797.
Isi sebenarnya bukan matematika murni, tetapi lebih kepada falsafah
fisika. Buku Reflexions ini sangat terkenal karena isinya banyak
“menyentuh” metafisik dari kalkulus dan geometri.
Dalam kalkulus, fluxion dari Newton, diferensial dari Leibniz
atau limit dari d’Alembert dianggap Carnot belum dapat memuaskan
rasa keingintahuannya sehingga dia dengan gigih mencari cara-cara
mudah guna menyelesaikannya.
Dalam geometri, dituturkan lewat buku lain Geometrie de position
yang terbit pada tahun 1803, mengupas dan mengembangkan theorema
geometri ruang yang sudah dirintis oleh Euclid. Meskipun hanya
membahas geometri murni, Carnot secara tidak langsung memberi
sumbangsih pada geometri analisis dan nantinya pada matematika
modern. Topografi yang dikenal sekarang adalah bukti kegunaan
geometri yang dikembangkan oleh Carnot.
Belum puas dengan semua itu, Lazare membuat theorema yang dikenal
oleh kalangan matematikan dengan sebutan Theorema Carnot dalam
karyanya yang terbit pada tahun 1806, Essai sur la theorie des
transversales. Karya ini menjabarkan lebih lanjut karya Menelaus
dari Alexandria.
Profesi Carnot sangatlah beragam dan multi-disiplin. Carnot adalah
seorang prajurit, politikus, penyair sekaligus geometer, bahkan
spekulator. Semua investasinya tidak kembali ketika terjadi keruntuhan
finansial pada tahun 1809, namun raja masih memberikan jabatan
kepada Lazare Carnot.
GENERASI
KEDUA
Sadi Carnot Dibimbing sang ayah
Di bawah bimbingan sang ayah, Sadi Carnot mulai menunjukkan bakat
besarnya dan dikirim ke Lycee Charlemagne di Paris guna mempersiapkan
diri menghadapi ujian masuk Ecole Polytechnique, yang juga terletak
di Paris. Umur 16 tahun, usia minimum masuk Ecole, Carnot mulai
belajar di Ecole. Nama-nama terkenal seperti Poisson, Ampere dan
Arago adalah beberapa gurunya. Di sini Carnot menjadi satu kelas
dengan Chasles yang akan menjadi teman akrab sepanjang hidupnya.Carnot
lulus pada tahun 1814, tetapi sebelum lulus menggalang gerakan
mahasiswa menentang kebijakan Napoleon menyerang Vincennes namun
gagal.
Setelah lulus, Carnot melanjutkan di Ecole du Genie di Metz dan
selama dua tahun mempelajari rekayasa militer. Tahun 1815, Napoleon
pulang dari tempat penahanannya dan membentuk pemerintahan yang
lazim disebut dengan “peraturan seratus hari.” Napoleon
kembali mengangkat Lazare menjadi menteri [Dalam Negeri] dan menempatkan
Sadi dalam posisi sulit dalam akademi militer karena posisi ayahnya
relatif tinggi. Oktober 1815, Napoleon menderita kekalahan, dan
Lazare melarikan diri ke Jerman dan tidak akan pernah lagi menginjakkan
kakinya ke bumi Perancis lagi.
Hidup
Terlunta-lunta
Karir dalam bidang militer tertutup untuk Sadi seiring dengan
“mengungsinya” sang ayahanda ke Jerman. Nasib Sadi
terlunta-lunta. Pindah dari satu kota ke kota lain, mencari pekerjaan
yang sesuai dengan bidangnya, memeriksa persiapan dan peralatan
di benteng-benteng, membuat gambar-gambar rencana dan menulis
laporan tidak pernah diperolehnya. Nasibnya tidak membaik karena
semua surat rekomendasinya dianggap sebagai angin lalu belaka.
Tidak puas dengan situasi ini, Sadi memutuskan untuk memanfaatkan
ilmu yang didapat dari pelatihan dengan mendaftar, sebelum akhirnya
diterima untuk bergabung dalam Korps Staf Umum yang berkedudukan
di Paris. Menerima gaji hanya setengah, tinggal di bekas apartemen
orang tuanya di Paris, dan sewaktu-waktu siap menerima panggilan
militer. Dalam banyak waktu luang ini, Sadi mengikuti berbagai
kursus yang diselenggarakan di Paris, termasuk di Sorbonne dan
Perancis College. Saat ini, Sadi menaruh minat pada problem-problem
industrial, dan yang paling menarik hatinya adalah gas sehingga,
dia memulai belajar teori tentang gas.
Ketertarikan ini dibuktikan dengan banyak mengunjungi pabrik-pabrik
dan bengkel-bengkel, mempelajari teori muktahir tentang teori
ekonomi politik, problem tentang reformasi pajak. Di samping semua
aktivitas di atas, Sadi tidak melupakan minat utamanya dalam bidang
matematika dan barang-barang seni.
Tertarik
dengan mesin uap
Sadi menengok ayahnya pada tahun 1821 di Magdeburg. Adiknya, Hippolyte
Carnot, tinggal bersama sang ayah. Pertemuan ayah dengan kedua
anaknya ini, selain melepas rindu juga banyak berdiskusi tentang
mesin uap. Mesin uap – dari revolusi industri Inggris mulai
menular - sudah ada di Magdeburg tiga tahun lalu menarik minat
Lazare. Sepulang dari reuni ini, Sadi dengan penuh antusiasme
berusaha mengembangkan teori tentang mesin uap. Sesampainya di
Paris, Sadi sudah fokus dengan cita-citanya yaitu memulai mengerjakan
teori matematika tentang panas dan membantu menjabarkan teori
thermodinamika modern.
Apa yang ada di otak Sadi adalah bagaimana merancang mesin uap
yang baik? Tenaga uap mempunyai banyak manfaat – mengeringkan
air di dalam pertambangan, mengangkat air dari sungai untuk irigasi,
menggiling biji-bijian, memintal benang – tapi saat itu
belum efisien. Jaman ini mesin-mesin uap masih diimpor dari Inggris
karena belum ada insinyur ahli dan designer mesin Perancis yang
memahaminya. Mesin-mesin uap buatan Inggris sudah dilengkapi dengan
spesifikasi: jenis/tipe mesin, mesin tekanan tinggi/rendah, dan
mesin dengan satu silinder atau multi silinder.
Karya pertama Sadi adalah menerbitkan makalah yang ditulis pada
tahun 1822-1823 yang berusaha membuat ekspresi matematika untuk
menghitung daya mesin uap. Meskipun saat itu juga banyak karya
dengan tema bahasan sama, namun karya Sadi diakui paling jelas,
teliti dan mudah dicerna.
Karya
Carnot
Setelah Lazare meninggal, Hippolyte menyusul kakaknya ke Paris
dan membantu Sadi merumuskan dan menerbitkan buku tentang mesin
uap yang merupakan buku pertama tentang topik mesin uap di Perancis
sehingga mudah dipahami oleh khayalak. Tahun 1824, buku yang berjudul
Reflexions sur la puissance motrice du feu at sur les machine
propres a developper cette puissance diterbitkan, dimana merupakan
buku pertama sekaligus terakhir karya Carnot. Dalam buku ini terdapat
istilah “daur Carnot” (Carnot cycle), yang kemudian
dipopulerkan setelah Clapeyron menerbitkan Formulasi kembali analitik
(analytic reformulation) pada tahun 1834. Gagasan Carnot kelak
mendasari teori thermodinamika dari Clausius dan Thomson.
Setelah menerbitkan buku itu, Carnot terus mengadakan penelitian,
meskipun hasilnya tidak pernah diterbitkan namun ide-ide ini terus
berkembang. Tahun 1827, Korps Staf Umum direorganisasi sehingga
Carnot dipanggil dan harus bertugas penuh. Menjadi insinyur militer,
kurang dari setahun, ditugaskan di Lyon dan Auxonne. Tidak puas
dengan karirnya, Carnot mengundurkan diri dan pulang kembali ke
Paris untuk meneruskan penelitian teori tentang panas.
Gagasan
Pokok
Karya satu-satunya Carnot kurang dikenal karena beredar untuk
kalangan terbatas dan tidak tersebar secara umum. Meskipun sudah
terbit pada Juni 1824, tetapi baru dikenal setelah tanggal 26
Juli, yaitu setelah Pierre Girard memberikan pandangan positifnya.
Review dari Pierre Girard dikirimkan ke Academie des Sciences
di Paris, sebelum dimuat dan diterbitkan dalam Revue encyclopedique.
Barangkali problem yang terjadi dengan review ini adalah pernyataan
theorema-theorema dan konklusi-konklusi dari karya Carnot yang
sepenuh tenaga, tanpa pernah menyinggung ide asli dan penting
Carnot saat berjuang.
Karya ini adalah upaya Carnot menjawab dua pertanyaan mendasar,
pertama apakah ada batas maksimum kekuatan panas, dan kedua, apakah
ada hal lain yang lebih bagus daripada uap untuk menghasilkan
daya atau tenaga. Untuk menjawab pertanyaan ini dibangunlah teori
umum yang seperti yang sudah disebutkan bahwa panas bukanlah atom-atom
yang bergerak secara acak (random) seperti yang sudah disebutkan
oleh Hooke dan Boyle, tapi konsep panas untuk cairan yang tanpa
berat (bobot) yang disebut dengan kalori. Carnot mengenalkan konsep
“mesin Carnot”, mesin panas impian. Dia menunjukkan
efisiensi “mesin Carnot” bergantung pada perbedaan
temperatur di dalam mesin bukan substansi seperti uap yang menjadi
penggeraknya.
Ilmuwan
tulen
Mengikuti pandangan politik ayahnya, Carnot adalah seorang penganut
republikan yang kuat. Pandangan ini sejalan dengan arah kebijakan
Perancis yang berlangsung setelah revolusi Juli 1830. Saat itu,
hatinya tergerak dengan kehidupan masyarakat, teristimewa “panggilan”
untuk memperbaiki pendidikan masyarakat. Sadi didaulat untuk duduk
dalam pemerintahan, tetapi ditolaknya; setelah sistem monarki
kembali dipakai, dia kembali menekuni penelitian ilmiah.
Ada catatan dari Carnot yang dibuat pada tahun 1824 sampai tahun
1826 yang menyatakan bahwa Carnot sudah menekuni teori kalori.
Catatan itu berisi rincian penelitiannya yang sudah lebih jauh
mempelajari dampak temperature pada berbagai zat cair yang mengalami
friksi. Beberapa eksperimen ini kelak dilanjutkan oleh Joule selang
10 tahun kemudian.
Juni 1832, Sadi Carnot sakit dan belum sembuh total ketika epidemi
kolera melanda Paris. Sadi Carnot meninggal karena kolera.
Hippolyte
Carnot
Menjabat sebagai Menteri penerangan, dimana salah seorang anaknya,
pada generasi ketiga, akan menjadi orang terkemuka.
GENERASI
KETIGA
Sadi Carnot (namanya persis dengan nama pamannya) adalah presiden
keempat Republik Perancis dan Adolphe Carnot melanjutkan tradisi
kakeknya, menjadi ahli kimia yang berkiprah di Academie des Sciences
pada tahun 1895.
Sumbangsih
Pembentukan Ecole Polytechnique oleh Lazare Carnot adalah cikal-bakal
majunya sains dan matematika di Perancis. Banyak alumninya yang
mampu berkiprah dalam produksi peralatan perang, karena menguasai
ilmu kimia. Theorema Carnot – mengembangkan geometri Euclid
– dapat berguna dalam topografi dan dasar matematika modern.
Prinsip hidrodinamika yang dipicu oleh cara kerja mesin uap, teori
thermodinamika dan teori panas adalah beberapa kiprah Sadi Carnot.
Meskipun tidak dapat berbuat berkiprah, dan banyak waktunya dihabiskan
tanpa kegiatan berarti, namun dalam kehidupannya yang relatif
singkat ini (36 tahun), Sadi Carnot mampu menunjukkan dan memberi
dasar kuat bagi penelitian tentang panas, kalori, cara kerja mesin
uap.