Menaechmus
(380 – 320 SM)
Riwayat
Disebutkan bahwa Menaechmus adalah murid Eudoxus yang lahir di
Alopeconnesus, Asia kecil (sekarang Turki). Tempat kelahiran itu
letaknya tidak jauh dari Cnidus, tempat Eudoxus bermukim dan berkarya.
Ada yang menyimpulkan bahwa Menaechmus adalah pembimbing (tutor)
dari Alexander Agung karena profesi sehari-harinya adalah sebagai
kepala sekolah di Cnidus.
Menaechmus dikenal karena penemuannya tentang potongan-potongan
kerucut dan dia pula yang pertama kali menunjukkan bahwa bentuk
elips, parabola dan hiperbola diperoleh dengan memotong kerucut
- sebagai sebuah ruang - tidak sejajar dengan dasar kerucut. Istilah
parabola dan hiperbola tidak dikenal saat ini dan baru dinamai
oleh Apollonius, meskipun ada bukti yang menyebutkan bahwa istilah
parabola dan hiperbola usianya lebih tua dari Apollonius.
Potongan
kerucut
Potongan-potongan kerucut penemuan Menaechmus ditemukan secara
tidak sengaja ketika dia berusaha menyelesaikan problem dalam
perbandingan (nisbah) antara dua garis lurus. Hasilnya adalah
menyelesaikan problem duplikasi kubus dengan menggunakan potongan-potongan
kerucut. Misal: diketahui garis lurus dengan ujung a dan b; kita
ingin mencari perbandingan titik-titik x dan y yang terletak diantaranya:
a
: x = x : y = y : b diperoleh a/x = y/b →
xy = ab
Perhatikan nilai x dan y ditemukan dari
titik-titik potong parabola: x² = ay dan hiperbola tegak
lurus xy = ab. Di sini tidak tampak upaya Menaechmus menyelesaikan
problem, namun di sini ditampilkan pula istilah modern tentang
bagaimana parabola dan hiperbola mampu menjadi solusi bagi problem
matematika.
Perhatikanlah:
a/x = x/y → x²
= ay; dan x/y = y/b →
y² = bx
Dapat diketahui nilai x dan y adalah titik-titik
potong dua parabola x² = ay dan y² = bx.
Sumbangsih
Penemuan tidak sengaja potongan-potongan kerucut dari Menaechmus
kelak mendasari [Blaise] Pascal untuk menjabarkan lebih lanjut
dengan bentuk-bentuk elips, parabola dan hiperbola. Penjabaran
dan pengambaran bentuk geometri lewat persamaan adalah suatu hal
baru. Titik-titik potong pada parabola dan hiperbola kelak “disederhanakan”
oleh Descartes.