Emmy Amalie Noether
(1882  – 1935)

Masa kecil
Max Noether, seorang matematikawan dan profesor di Erlangen menyunting Ida Kaufmann yang berasal dari keluarga bangsawan di Cologne, mempunyai putri bernama Emmy Noether. Kedua orang tuanya adalah keturunan Yahudi dan Emmy anak sulung yang mempunyai tiga orang adik laki. Terhitung dari tahun 1889 sampai dengan 1897, Emmy mengenyam pendidikan di Erlangen. Mempelajari bahasa Jerman, Inggris, Perancis, aritmatika bahkan belajar piano. Kepiawaian ini membuat Emmy berniat menjadi guru bahasa dan setelah mendalami bahasa Inggris dan Perancis, mengikuti ujian di Bavaria. Lulus pada tahun 1900 dengan sebagai guru bahasa Inggris dan Perancis bersertifikat, sebelum mengajar sekolah khusus untuk wanita di Bavaria.

Tampaknya profesi guru kurang menantang sehingga memutuskan untuk kuliah matematika di Universitas – sesuatu yang janggal bagi seorang wanita. Ijin kuliah diberikan oleh pihak Universitas dan selama lebih dari 2 tahun (1900 – 1902), Emmy kuliah di Universitas Erlangen. Tahun 1903, lulus ujian matrikulasi yang diselenggarakan di Nurnberg, sebelum  kuliah di Gottingen dengan pengajar-pengajar berkualitas seperti: Hilbert, Kelin dan Minkowski.

Karir lanjutan
Mulai tahun 1904 Noether mulai diperkenankan menjadi matrikulasi di Erlangen dan pada tahun 1907 mendapat gelar doktorat setelah bekerja di bawah bimbingan Paul Gordan. Jika theorema utama Hilbert yang menunjukkan keberadaan adanya invarian dalam jumlah terbatas untuk jumlah peubah, n. Gordan dengan menggunakan metode kontruktif sampai juga pada kesimpulan yang sama. Thesis Noether menggunakan cara kontruktif dari Gordan dan dapat ditemukan ada 331 bentuk kovarian. Rupanya pendidikan tinggi belum mau menerima wanita sebagai pengajar sehingga Noether tetap di Erlangen dengan status membantu sang ayah, yang sudah diungguli oleh kehebatan anaknya sendiri. Tidak mau sekedar membantu, Emmy aktif melakukan penelitian sendiri. Pengaruh Fischer (pengganti Paul Gordan) membuat Noether kembali menekuni invarian, namun dengan menggunakan metode abstrak dari Hilbert. Reputasinya segera terdongkrak sehingga negara-negara lain, seperti Italia dan Belanda memberinya penghargaan. Tahun 1913, pulang menghadiri pertemuan tahunan di Salzburg, Noether langsung didauluat menjadi pengajar di Wina.

Tahun 1915, Hilbert dan Kelin memohon agar Noether kembali ke Gottingen, karena keduanya memperjuangkan agar Noether dapat mengajar di sana, namun ijin baru diberikan pada tahun 1919. Selama kurun waktu itu (1915-1919), Noether mengajar namun hanya sebagai asisten Hilbert.

Karya-karya
Tulisan Noether pertama kali dibuat begitu pulang ke Gottingen yaitu tentang fisika teori yang mengukuhkan namanya lewat cetusan theorema Noether, dimana membutktikan adanya keterhubungan simetris antara fisika dan prinsip-prinsip pelestarian (conservation). Karyanya tentang teori invarian memberi inspirasi bagi formulasi beberapa konsep yang termaktub dalam teori relativitas umum Einstein. Dalam suratnya kepada Hilbert, Einstein tidak lupa memberi pujian kepada Noether.

Setelah di Gottingen (1919), Noether meninggalkan teori invarian dan menekuni teori ideal, menghasilkan teori abstrak yang nantinya digunakan untuk pengembangkan aljabar modern. Tahun 1924, Noether berkolaborasi dengan van der Waerden yang datang ke Gottingen. Sekembalinya ke Amsterdam, Waerden mengarang dua jilid buku Moderne Algebra, dimana dalam jilid kedua dicantumkan pemikiran-pemikiran Noether. Tahun 1927, berkolaborasi dengan [Helmut] Hasse dan [Richard] Brauer, mengembangkan aljabar komutatif. Selain itu, Noether masih membantu mengedit jurnal Mathematische Annalen.

Peran dalam teori relativitas umum
Hilbert yang mengangkat Noether sebagai asisten sangat terbantu. Namun, Einstein mengaku bahwa karya Noether sangat membantu dirinya seperti yang dikatakan bahwa, ”Noether adalah jenius matematika yang sangat menonjol ketika pendidikan tinggi untuk wanita dibuka.” Kata pujian ini disampaikan setelah Noether meninggal, dimana pada saat itu kebetulan sama-sama bermukim di Princeton.

Noether menjadi asisten Hilbert dan theorema yang dicetuskan membantu Einstein, sehingga dapat dikatakan sebenarnya ada ‘adu kecepatan’ dalam siapa yang pertama kali mencetuskan teori relativitas umum? Hilbert atau Einstein. Keduanya sama-sama menjadi penemu namun yang terlanjur dikenal oleh khalayak adalah Einstein. Tidaklah mengherankan apabila hubungan kedua ilmuwan ini sangat buruk. Namun konflik ini membawa hikmah karena kemudian Hilbert menekuni hal lain yang kemudian dicetuskan dan dikenal dengan nama teori kuantum.

Ada dua peran utama Noether dalam membantu Einstein menuntaskan teori relativitas umum. Pertama, theorema Noether tentang keterhubungan konservasi (conservation relationship) untuk momentum-energi tensor, T, melengkapi persamaan bidang (field equation); kedua, identiti-identiti dari Bianchi yang memperjelas bahwa kovarian umum berlaku di sini: bentuk kura (curvature) memungkinkan hukum-hukum fisikal tetap tidak berubah meskipun sistem koordinat digerakkan.

Pindah ke Princeton
Tahun 1933, Noether tidak dapat berkiprah lagi karena dinonaktifkan dari Gottingen karena Nazi melarang keturunan Yahudi menduduki jabatan. Noether segera menerima tawaran menjadi dosen tamu di Bryn Mawr College di Amerika dan menjadi pengajar di Institute for Advance Study, Princeton.

Sumbangsih
Pengembangan teori invarian dengan cara Hilbert ternyata membantu Eistein mengungkapkan teori relativitas umum. Meskipun kedudian Noether banyak mengembangkan bidang ilmu lain, namun sumbangsih terbesar adalah teori invarian.