Matematikawan,
membawa simbol-simbol berjibun, bergulat terus dengan kebenaran
formal tulen, akan mencapai hasi-hasil penting tak berkesudahan
bagi penggambaran tentang alam semesta secara fisik
(The mathematician, carried along on his flood of symbols, dealing
apparently with purely formal truth, may still reach results of
endless importance for our description of the physical universe)
Karl
Pearson
Balada
Anak Petani, Matematikawan dan Bangsawan
Pierre
Simon Laplace
(1749– 1827)
Masa
kecil
Masa kecil Laplace tidak jelas diketahui. Ayah Laplace adalah
keluarga petani yang tinggal di Beaumont-en-Auge, distrik Calvados,
Perancis dan ibunya bernama Marie-Anne Sochon. Kedua orang tuanya
berasal tanah pertanian subur di Tourgeville. Masa kecil Laplace
hanya diketahui lewat penuturannya yang cenderung dibesar-besarkan.
Dia malu dengan “kasta” kedua orang tuanya dan akan
melakukan hal apapun untuk menutupi asal-usulnya sebagai petani.
Kecerdasan Laplace diketahui oleh tetangga kaya melihat bakat
menonjol anak desa ini. Dikatakan bahwa sukses perdana Laplace
adalah menang berdebat dalam suatu perdebatan theologi. Jika kenyataan
ini benar, maka menarik sekali bahwa sampai dewasa Laplace adalah
seorang atheisme. Laplace kecil belajar matematika di akademi
militer di Beaumont sebagai seorang mahasiswa pandai sehingga
diangkat menjadi asisten dosen. Di sana Laplace mengajar matematika
untuk pertama kalinya, sebelum meneruskan sekolah di Caen. Ada
versi yang menyebut bahwa ketertarikan orang bukan karena kemampuan
matematika tetapi karena ingatan yang luar biasa sehingga mampu
menarik perhatian orang-orang yang berpengaruh dan nantinya membawa
dia ke Paris. Umur 18 tahun, Laplace menghapus “lumpur”
sawah Beaumont di kakinya dan mencari keberuntungan dengan jalan
merantau. Laplace menilai dirinya terlalu tinggi. Dengan penyesuaian
terhadap rasa percaya diri, Laplace remaja masuk kota Paris untuk
menaklukkan dunia matematika.
Minta
Katebelece d’Alembert
Umur 16 tahun, Laplace masuk Universitas Caen. Selama dua tahun
di Universitas Caen, laplace menunjukkan bakat di bidang matematika
dan menyukai mata kuliah ini. Memperoleh pujian dari dua dosen
matematika di Universitas Caen, C. Gadbled dan P. Le Canu yang
sebenarnya tidak banyak mengetahui Laplace kecuali sekedar mengetahui
bahwa Laplace mempunyai potensi menjadi seorang matematikawan
besar.
Saat
itu d’Alembert adalah matematikawan terkemuka di Paris.
Begitu tiba di Paris, dengan membawa surat pengantar – referensi
dari C. Gadbled dan P. Le Canu, Laplace meminta surat rekomendasi
kepada d’Alembert. Surat pertama tidak dibalas. Rupanya
d’Alembert tidak suka dengan “gaya” anak muda
yang membawa surat referensi orang terkenal. Laplace pulang ke
tempat kostnya dan kembali menulis surat kedua kepada d’Alembert,
tetapi kali lebih banyak dilampiri dengan prinsip-prinsip dasar
mekanika. Menggunakan akal bulus, rupanya. Kali ini d’Alembert
membalas dengan surat berisi, ”Anda mengetahui bahwa saya
tidak perduli dengan surat referensi anda, karena anda memang
tidak membutuhkannya. Anda mengenalkan diri anda dengan lebih
baik. Hal ini sudah cukup. Dukunganku selalu mengiringi anda.”
Beberapa hari kemudian, setelah mengucapkan terima kasih kepada
d’Alembert, Laplace diangkat menjadi profesor matematika
di Sekolah Militer Paris (Ecole Militaire). Gaji yang diperoleh
cukup untuk menunjang kehidupannya di Paris. Hubungan Laplace
dengan d’Alembert sempat memanas ketika Lagrange diusulkan
oleh d’Alembert untuk menggantikan posisi Euler di Akademi
Berlin.
Mengembangkan
ide orang lain
Tidak ada ide Laplace yang baru. Semua ide-idenya merupakan pengembangan
atau hanya mengganti “kemasan” ide-ide orang lain.
Ketika Lagrange menbicarakan problem tiga-raga (three-body), Laplace
mengambil langkah serupa, namun dalam skala lebih luas. Ide Lagrange
tentang teori potensial dikembangkan oleh Laplace sehingga membuat
nama Laplace dikenal sampai sekarang. Laplace mulai dari hukum
Newton dan digabung dengan dampak ketidakstabilan – tarik
dan ulur/daya tarik – dari planet-planet terhadap matahari.
Begitu pula karya Legendre tentang cara melakukan analisis dibenahi
oleh Laplace. Karya besarnya Mecanique celeste tetap mengacu kepada
karya-karya orang lain digabungkan dengan “sentuhan”
dari dirinya. Berangkat dari karya ini, kemudian Laplace mengembangkan
apa yang kemudian disebut dengan model matematika untuk alam semesta.
Peran Newton, seperti disebut di awal, tidak pelak lagi adalah
panutan dan model acuan Laplace. Sumbangsihnya bagi dinamika sistem
matahari (solar system) adalah topik yang terlupakan atau tidak
diperhatikan oleh orang-orang lain. Berangkat dari topik sistem
matahari timbul problem: apakah sistem matahari itu stabil atau
tidak stabil? Diasumsikan bahwa hukum Newton tentang gravitasi
berlaku umum (universal) dan hanya mengendalikan gerak planet-planet.
Langkah penting Laplace untuk menjawab pertanyaan di atas terjadi
saat dia berumur 24 tahun (1773), dimana dia mampu membuktikan
bahwa jarak antara planet-planet dengan matahari bervariasi tergantung
pada periode. Prestasi ini membuat Laplace mendapat penghargaan,
karir melonjak dan diangkat menjadi anggota Akademi Sains. Karya
tersebut membuat Laplace akhirnya memutuskan bahwa dia akan mendarmabaktikan
dan mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menekuni bidang astronomi
matematikal.
Beda
antara Lagrange dengan Laplace
Saat itu di Perancis nama Laplace dan Lagrange sangat terkenal
tetapi mempunyai banyak perbedaan yang mencolok dalam pengembangan
matematika: Laplace termasuk kelompok fisikawan matematika, sedangkan
Lagrange adalah matematikawan murni. Perbedaan mendasar antara
Lagrange dan Laplace juga tercermin pada hasil karya mereka, apakah
tentang mempelajari bilangan atau daya tarik bulan. Lagrange menjawab
semua pertanyaan dengan menggunakan matematika – dianggap
sakral, dengan keanggunan dan berlaku umum (generality). Sebaliknya,
Laplace memandang matematika sebagai alat, yang perlu dimodifikasi
atau disesuaikan dengan problem-problem tertentu yang timbul.
Seorang adalah matematikawan besar; lainnya adalah filsuf besar
yang ingin memahami alam dengan menggunakan matematika tinggi.
Teman baik keduanya, Fourier, memberi ungkapan: “Lagrange
bukanlah filsuf tetapi lebih tepat sebagai matematikawan. Seluruh
hidupnya dipergunakan untuk membuktikan, sesuai kehendak hatinya,
bukan untuk kepentingan umat manusia.” Lagrange membawa
dampak besar bagi matematika modern lewat “kedalaman dan
akurasi dari karya-karya ilmiahnya”, dimana hal ini tidak
terkadung pada karya besar (masterpiece) Laplace. Terlepas dari
perbedaan itu nyatanya nama Laplace lebih populer dibanding Lagrange.
Barangkali karena Laplace berkutat dengan proyek besar yaitu memperagakan
bahwa sistem matahari adalah mesin penggerak yang tidak pernah
diam dengan bentuk luar biasa besarnya.
Politikus
“kutu loncat”
Tahun 1785, pada usia 36 tahun, Laplace dipromosikan menjadi anggota
Akademi Sains dan memperoleh penghargaan sebagai Manusia berkarir
dalam bidang sains (career of a man of science). Pada tahun ini
pula Laplace mampu menjadi figur publik. Prestasi ini membuat
dia dicalonkan sebagai kandidat tunggal pada Sekolah Militer.
Di sini Laplace berkenalan dengan seorang anak muda yang menjegal
rencana-rencananya dalam bidang matematika untuk masuk ke dalam
lumpur kotor [permainan] politik. Anak muda itu bernama Napoleon
Bonaparte (1769 – 1821).
Saat revolusi, Laplace duduk di atas punggung kuda dan mengawasi
segalanya berjalan lancar. Tak seorangpun dengan keangkuhan dan
ambisi besar mampu lolos dari marabahaya. De Pastoret menduga
bahwa Lagrange dan Laplace lolos dari guilitin karena keahlian
keduanya masih dibutuhkan untuk menghitung lintasan perluru (meriam)
dan membantu produksi sendawa (salpeter) sebagai bahan dasar mesiu.
Nasib
beda dialami Condorcet. Melakukan kesalahan fatal karena biasa
hidup sebagai aristokrat. Suatu saat dia memesan omelet. Tidak
pernah mengetahui berapa jumlah telur, dia memesan omelet dengan
12 telur. Sang koki curiga dan bertanya, ”Apa pekerjaan
anda?”. “Tukang kayu.” “Bukalah kedua
telapak tangan anda!.” “Anda bukan tukang kayu.”
Condorcet ditangkap dan dipenjara. Mati keracunan di penjara.
Ada dugaan Condorcet disuruh minum racun atau bunuh diri.
Setelah revolusi, Laplace terjun ke politik. Barangkali ingin
memecahkan prestasi Newton. Laplace dikritik karena tidak mampu
mengendalikan kantor-kantor pelayanan masyarakat di bawah rezim
pengganti tanpa mengubah haluan politiknya. Keahlian Laplace adalah
meyakinkan lawan politiknya bahwa dia adalah pendukung setia.
Hasil akhirnya, Laplace selalu mendapat jabatan setiap kali ganti
pemerintahan. Dapat berganti haluan politik dalam semalam dari
republikan yang fanatik maupun pendukung kerajaan yang paling
bersemangat.
Elektromagnetik
Teori potensial - adaptasi dari Lagrange - dikembangkan oleh Laplace
menuruti mimpi-mimpinya menjadi signifikan bagi jaman modern.
Tanpa peran matematik, teori ini sudah mati prematur dan kita
semua tidak pernah mengetahui apa itu elektromagnetik. Terlepas
dari teori ini telah muncul suatu cabang matematika yang diigunakan
untuk memecahkan problem, sekarang ini makin signifikan untuk
fisika dibandingkan dengan saat teori gravitasi Newton diperkenalkan.
Konsep potensial adalan inspirasi matematikal nomor wahid –
memungkinkan kita menyelesaikan problem-problem fisika yang selama
ini tampaknya tidak tersentuh.
Potensial adalah suatu fungsi u digambarkan dalam hubungannya
dengan gerakan zat cair dan persamaan Laplace dibuat menurut kaidah
dari Newton. Fungsi u adalah “potensi kecepatan”;
apabila menggunakan rumus gravitasi Newton maka u adalah “potensi
gravitasi.” Pengenalan konsep potensial ke dalam teori gerakan
zat cair, gravitasi, elektromagnetik dan lain-lainnya adalah pencapaian
paling penting dalam fisika matematika. Dampak dari penggantian
persamaan-persamaan diferential ke dalam dua atau tiga variabel
tidak diketahui dengan menggunakan persamaan dengan satu variabel
tidak diketahui.
Karya
puncak Laplace
Mecanique celeste, adalah karya astronomi dengan segala permasalahannya
diterbitkan dalam periode 12 tahun. Dibuat dua jilid pada tahun
1799, berisikan gerakan planet-planet, bentuk-bentuk (saat diputar),
dan gelombang lautan; Dua jilid berikutnya muncul pada tahun 1802
dan tahun 1805 berisikan investigasi dan lengkap selesai dengan
terbitnya jilid 5 antara tahun 1823 – 1825.
Ekspresi
matematika yang digunakan Laplace jauh dari sahih. Laplace lebih
tertarik dengan hasil akhir dibandingkan bagaimana cara memperolehnya.
Untuk “menyembunyikan” cacat matematika ini dinyatakan
dalam komentar “Itu mudah dilihat.” Karya lain adalah
“Eksposisi dari sistem Alam Semesta” terbit pada tahun
1796. Disebut karya puncak Laplace yang tidak menyentuh matematika.
Makalah ini tidak panjang karena hanya 153 halaman kuarto. Tidak
lupa Laplace menyinggung teori probabilitas pada tahun 1820. Semua
karya itu mampu mengukuhkan Laplace sebagai penulis besar sama
seperti matematikawan besar. Meskipun penjelasan teori probabilitas
dari Laplace dikatakan belum matang, tapi pada jaman itu sudah
membuka wawasan pemikiran baru dan kelak menjadi dasar bagi pengembangan
teori ini oleh generasi mendatang.
Cerita
akhir
Bagaimana posisi Laplace saat Napoleon jatuh? Mudah ditebak, dengan
keahlian diplomasi, dia banting setir menjadi pengikut setia Louis
VIII dan menduduki jabatan dengan gelar Marquis de Laplace. Pengabdian
Laplace, kemudian, tahun 1816, memperoleh penghargaan dengan diangkatnya
Laplace menjadi presiden komite untuk pembenahan Ecole Politehnique.
Ada cerita tentang Laplace ketika dia memperlihatkan karya Mecanique
celeste kepada Napoleon, menghadapi pertanyaan, ”Anda menulis
buku sedemikian tebal tentang sistem alam semesta tetapi sedikitpun
tidak menyebut siapa penciptaNya.” Langsung dijawab dengan
lugas, ”Tuan, saya tidak membutuhkan hipotesis.”
Laplace menikmati masa tuanya di sebuah kota kecil, Arcueil, dekat
Paris. Setelah beberapa hari sakit, Laplace meninggal
Sumbangsih
Matematika fisika dapat disebut sebagai kiprah pertama Laplace
dalam menggunakan matematika untuk penerapan. Transformasi Laplace
– mengabadikan nama Laplace - digunakan untuk menyelesaikan
persamaan-persamaan diferential dan menentukan respons gelombang
(oscillator) harmonik bagi sinyal masukan (input). Dalam riwayat
Laplace tampaknya dituntut suatu keberpihakan seorang ilmuwan
apabila terjadi perubahan.