Andre Weil
(1906 – 1998)
Masa kecil
Andre Weil lahir di Paris, anak pasangan suami-istri keturunan Yahudi. Belajar matematika di universitas Paris, dilanjutkan di Roma dan Gottingen. Memperoleh gelar D. Sc. dari Universitas Paris pada tahun 1928. Setelah lulus, Weil mulai mengajar di Universitas Aligarh Muslim di India dari tahun 1930 – 1932, disusul di Universitas Strasbourg, Perancis mulai tahun 1933 sampai pecah PD II. Perang adalah malapetaka bagi Weil dan berusaha keras menghindari wajib militer. Weil meninggalkan Paris menuju ke Firlandia sampai perang pecah dan tetap berusaha menolak menjadi tentara, namun hal ini tidak mudah karena seluruh Eropa dilanda perang. Akhirnya, Weil ditangkap di Firlandia karena tuduhan mata-mata dan selamat dari hukuman tembak karena campur tangan Rolf Nevanlinna. Weil kemudian dipulangkan ke Perancis dan dimasukkan ke dalam penjara. Kehidupan Weil, pada saat itu ibarat telur di ujung tanduk. Sebagian karena Weil keturunan Yahudi dan sebagian lainnya, karena saudarinya, Simone Weil, adalah seorang filsuf yang menjadi tokoh utama penentang (oposan) pemerintah Perancis. Memahami situasi sulit ini, akhirnya, Weil memilih menjadi tentara. Kesediaan ini membuat Weil dikeluarkan dari penjara dan ingin ‘mengabdi’ sebagai tentara sebatas ketentuan saja. Begitu ada kesempatan, Weil langsung ke Amerika.
Nama Weil tercemar
Nama Weil mencuat pada saat orang berusaha memecahkan theorema Fermat yang akhirnya dapat dibuktikan oleh Andrew Wiles (baca:Andrew Wiles). Weil mencetuskan prakiraan (conjecture) Weil-Taniyama yang ternyata merupakan contekan (plagiat). Untuk mengetahui kisah ini harus dirunut kembali pada masa tahun 1950-an di Tokyo. Ada dua orang bersahabat lulus dalam bidang matematika yaitu Yutaka Taniyama dan Goro Shimura. Keduanya selalu bertemu dan berdiskusi tentang matematika dan mereka berdua juga ikut membantu mengorganisasi untuk penyelenggaraan simposium Tokyo-Nikko pada tahun 1955 dengan pokok bahasan teori bilangan aljabarik.
Dalam simposium itu, Weil bertemu dengan mereka berdua, sambil ditemani oleh [Jean-Pierre] Serre, Nama Weil, saat itu, dalam kapasitasnya sebagai profesor universitas Chicago, sangatlah terkenal. Bagi kedua pemuda Jepang nyang belum dikenal ini, simposium ini membuka kesempatan untuk melanjutkan studi di Eropa atau Amerika. Beberapa tahun kemudian, Shimura berangkat ke Paris, sebelum akhirnya menetap di Princeton. Taniyama, tanpa alasan yang jelas, bunuh diri pada tahun 1958.
Selama di Princeton ini, Shimura mengemukakan prakiraan (conjecture) yang menyatakan bahwa setiap kurva eliptik laksana bagian dari gunung es yang muncul di atas permukaan air sehingga dapat dapat disebut dengan kurva modular. Sempat bertemu dengan Serre yang merasa skeptis dengan prakiraan tersebut sebelum mengemukakannya kepada Weil. Tidak lama Weil menerbitkan makalah tentang toik di atas dengan adaptasi sehingga muncul prakiraan Weil-Taniyama menggantikan Shimura-Taniyama. Prakiraan ini tidak ada yang perduli, namun pada tahun 1995-an banyak matematikawan mengetahui kejanggalannya dan merujuk kembali kepada nama Shimura-Taniyama sebagai pencetus awal.
Selain kisah ‘plagiat’ itu, Weil memberi temuan penting dalam menemukan hubungan antara topologi dan teori bilangan, formulasi ini lebih dikenal dengan sebutan conjecture Weil (kelak akan dibuktikan oleh Grothendieck dan Deligne); teori himpunan (group theory); “hipotesis Riemann” bagi bidang-bidang fungsi (function fields), meletakkan dasar mekanika kuantum; teori modern tentang variasi-variasi Abelian; dasar teori bentuk-bentuk modular. Teori modular ini memberi jalan buat pembuktian TTF. Kajian Weil juga mencakup bidang di luar matematika, seperti fisika partikel dasar dan string theory.
Karya-karya Weil yang terkenal adalah Foundations of Algebraic Geometry (1946) dan Elliptic Functions According to Einsenstein dan Kronecker (1976).
Kelompok Bourbaki
Banyak buku-buku matematika terkemuka yang terbit di Perancis, dalam bahasa Perancis, dengan pengarang Nicolas Bourbaki. Nama ini adalah nama seorang jenderal Yunani kuno (1816-1897), dimana pada tahun 1862 ditawari tahta Yunani, namun ditolak. Jenderal ini memegang peran besar pada perang Franco-Prusia, dan patungnya terdapat di kota Nancy. Apa hubungan jenderal dengan ini dengan matematika?
Alkisah, setelah PD I berakhir, Hemingway, Picasso dan Matisse sering duduk-duduk bertemu dengan teman-teman lama mereka di café, tidak jauh letaknya dari Universitas Paris, dimana saat ini mempunyai komunitas matematika.
Di Amerika
Menuju ke Pennsylvania yang mengajar di Haverford College dan Swarthmore College terhitung tahun 1941, sebelum mengajar di Universitas Sao Paulo, Brazil, pada tahun 1945. Selama da tahun di Brazil, sebelum kembali ke Amerika pada tahun 1947 dan mengajar di universitas Chicago sampai tahun 1958. Lepas dari universitas Chicago mulai bekerja di Institute for Advance Study di universitas Princeton (baca pula: Kurt Godel dan John Nash). Pensiun pada tahun 1976 dan diangkat menjadi profesor emiritus.
Para profesor pengajar sering menemui teman-temannya di café-cafes tersebut dan berdiskusi tentang …matematika. Nama Bourbaki tercetus karena setiap tahun Universitas Paris selalu menghadirkan aktor profesional yang mengatasnamakan fakultas dan para lulusan yang menyebut dirinya Nicolas Bourbaki. Di balik semua karya matematika ini, rupanya Weil bersama dengan [Jean] Dieudonne dan rekan-rekannya, para ilmuwan Perancis menulis banyak artikel dengan nama samaran Nicolas Bourbaki, proyek yang dimulai pada awal tahun 1930-an ini mempunyai misi yaitu memberi gambaran komplit tentang matematika.
Tahun 1979, Weil menerima penghargaan Wolf Prize dan pada tahun yang sama American Mathematical Society memberi Steele Prize. Jepang juga memberi penghargaan kepada Weil pada tahun 1994 yaitu Kyoto Prize dari Inamori Foundation of Japan.
Sumbangsih
Terlepas dari tragedi plagiat, sumbangsih Weil terhadap perkembangan matematika cukup besar terutama prakiraan (conjecture) yang mengabadikan namanya sehingga teori modular memperoleh momentum. Kelak teori inilah yang mendasari Wiles membuktikan TTF.
|