|
Penggagas
Gagasan
www.mate-mati-kaku.com tercetus pada tanggal 10 Januari 2003. Terbangun
pada dini hari dengan otak teringat satu nama tersebut. Makna yang
artinya saya harus meneruskan dengan rencana situs matematika ini.
Meski sempat memberi keragu-raguan tentang pengelolaan dan komitmennya.
Keraguan terjadi karena: pertama, saya bukan sarjana matematika
(<> ekonomi); kedua, usia bukan tergolong muda lagi (>
40 tahun) dan ketiga, masih bekerja pada sebuah perusahaan publik,
sebagai karyawan non-jabatan.
Awalnya suka karena membaca buku, sembarang buku. Setelah membaca
buku [Charles] Seife “Zero, the biography of a dangerous idea.”
Lucu dan kagum adalah kesan pertama. Lucu karena asal-usul nol dapat
dijadikan buku yang memenangkan penghargaan dan kagum karena matematika
yang begitu rumit dapat dijadikan novel tanpa membuat orang mengerutkan
dahi. Selanjutnya mulai tertarik mengetahui asal-usul (bilangan)
e dan ? (pi) sebelum mengalami perjalanan panjang - seperti Odiseus
menjelajahi “lautan” matematika yang maha luas dan nyatanya
indah dan banyak memberi kesan mendalam.
Kemudian,
tertarik untuk “mengabadikan” – agar tidak lupa
- dengan membuat riwayat Newton yang memakan waktu 6 minggu hanya
untuk 6 halaman kuarto. Cukup jera. Riwayat penemu kalkulus ini
tidak lengkap tanpa mengetahui riwayat Leibniz yang juga penemu
kalkulus (juga 6 halaman kuarto) yang dikarang dalam 4 minggu. Selesai.
Ternyata baru mau mulai, karena bulan-bulan berikutnya menjadi sulit
tidur “dihantui” riwayat matematikawan lain yang merasa
dianaktirikan. Dilakukan inventarisir nama-nama matematikawan lain
sebelum mulai menulis riwayatnya. Bosan dan jenuh dialami pada awalnya.
Tanpa referensi adalah kendala lain. Menghadapi kesulitan?. Lewati
saja, sebelum kembali ditekuni, karena nantinya menjadi kehilangan
rasa “sulit” karena dimakan waktu. Hal ini terjadi pada
Gauss, Fermat, Cantor, Zeno, Riemann, Kronecker, Poincare dan masih
banyak nama lainnya, namun lama-kelamaan menjadi terbiasa. Mencari
acuan dari Internet dan buku-buku dari Amazon adalah proses berikutnya.
Saya
berkeinginan agar anak-anak tidak memandang matematika sebagai “momok”,
karena itu riwayat matematikawan dituturkan secara singkat. Diharapkan
kisah-kisah mereka dapat lebih mudah dipahami dan tentunya tidak
takut lagi dengan matematika, khususnya kalian, para remaja. Latar
belakang para matamatikawan tersebut, jarang sekali, yang spesifik
karena belajar. Banyak dari mereka memulai matematika hanya sebagai
hobi belaka.
Kalian
yang lebih muda pasti dapat berbuat lebih dari ini. Situs ini hanya
sebagai pemicu – tidak lebih dan tidak kurang. Pengalaman
menulis situs ini, memberi “sesuatu” yang sulit saya
bayangkan pada awalnya, namun senantiasa mengiringi saya untuk terus
melanjutkan.
Selamat ber-mate-mati-kaku,
Handjojo
|